Konten dari Pengguna

Young and Innovative : Du'Anyam

Gabrielle Putrinda
Panggil saja Gebi.
30 September 2017 11:43 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:15 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Gabrielle Putrinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Young and Innovative : Du'Anyam
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pembicara sedang menjelaskan usaha mereka.
Talkshow: Young and Innovative yang di gelar oleh Kumparan (Sabtu,30/09) mengundang 3 orang narasumber, salah satunya adalah Hanna Keraf, co-founder dari Du'Anyam.
ADVERTISEMENT
Berawal dari kepedihan terhadap banyaknya kisah ibu hamil yang kesulitan untuk melahirkan ke puskesmas karena kurangnya biaya dan jauhnya jarak, Hanna Keraf bersama teman-temannya berinisiatif untuk membuat Du'Anyam.
Usaha ini bergerak di bidang kerajinan tangan khususnya anyaman dari daun lontar dengan mempekerjakan ibu-ibu hamil yang tinggal di Kota Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Du'Anyam berasal dari kata Du dalam bahasa Flores yang berarti ibu dan Anyam asal kata menganyam.
Hasil anyaman para ibu nantinya akan didistribusikan kepada klien seperti sendal hotel untuk beberapa resort mewah di Bali. Bekerja sama dengan program pemerintah yaitu Tabulin (Tabungan Ibu Bersalin) uang hasil anyaman akan dikumpulkan selama sembilan bulan, guna membantu biaya proses melahirkan nantinya.
ADVERTISEMENT
Hanna mengungkapkan jika produknya ini bersifat custom made, sehingga dapat di sesuaikan dengan kemauan konsumen. Dalam berwirausaha tentunya ada hambatan, salah satunya adalah saat permintaan konsumen tidak diimbangi dengan SDM, dimana para Ibu terbiasa menganyam dengan motif etnik. Hambatan ini dapat disiasati dengan memberikan pelatihan kepada para ibu.
Pada sesi tanya jawab, ketika di beri pertanyaan bagaimana menjadi pengusaha yang inovatif, dengan lugas Hanna menjawab "Be a good listener, to your clients, potential clients, dan kepada para ibu sendiri".
155 - Maria Gabrielle Putrinda