Konten dari Pengguna

Peningkatan Kesadaran Kesehatan Lansia sebagai Pencegahan Timbulnya PTM

Naufal Mulya Andzaka

Naufal Mulya Andzaka

Mahasiswa Universitas Diponegoro Jurusan Teknik Mesin 2021

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Naufal Mulya Andzaka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Petugas Posyandu (sumber: dokumentasi sendiri)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Petugas Posyandu (sumber: dokumentasi sendiri)

Jetis, Karangnongko – 14 Januari 2025 Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung menjadi tantangan kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia. Kurangnya kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kejadian PTM di kalangan masyarakat usia lanjut. Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP 2025, Cinta Rabbaina Al-Fitri dari jurusan Kesehatan Masyarakat angkatan 2021, melakukan program peningkatan kesadaran kesehatan lansia di Desa Jetis, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa sebagai fasilitator dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya lansia. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, disampaikan pula edukasi mengenai faktor risiko PTM dan cara pencegahannya melalui gaya hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNDIP juga membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai pola makan seimbang, pentingnya aktivitas fisik, serta deteksi dini gejala PTM. Perangkat desa yang terlibat diharapkan dapat terus mengedukasi masyarakat serta mendukung program kesehatan bagi lansia di lingkungan mereka.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat, terutama lansia, akan pentingnya menjaga kesehatan dapat meningkat. Dengan demikian, angka kejadian PTM di Desa Jetis dapat ditekan, sehingga lansia dapat menikmati masa tua yang lebih sehat dan produktif.

Program ini menjadi langkah awal dalam membangun komunitas yang lebih peduli terhadap kesehatan lansia, serta memperkuat peran perangkat desa dalam mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular di wilayahnya.