Pelepasan Tim Patroli Terpadu Karhutla Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak

Tulisan dari Galaag Pontianak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kubu Raya - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali melaksanakan launching pelaksanaan kegiatan patroli terpadu fase awal pada tahun 2018 yang di mulai pada tanggal 1 Maret 2018 hingga 30 Maret.
Patroli ini dilaksanakan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat untuk langsung ke tingkat tapak daerah rawan karhutla.
Patroli terpadu adalah kegiatan utama kementerian lingkungan hidup dan kehutanan dalam upaya pencegahan karhutla, dimana patroli ini merupakan salah satu terobosan dalam keterlibatan berbagai pihak dan upaya di tingkat tapak dalam pencegahan karhutla.
Dalam pelaksanaan harian patroli di laksanakan beberapa kegiatan antara lain : melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat, mendatangi sasaran terpilih dan memberikan sosialisasi, penyuluhan serta membagikan brosur, leaflet, mengumpulkan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.

Memetakan kondisi desa baik fisik maupun permasalahan di bidang kebakaran hutan dan lahan, memantau lingkungan dan penandaan dengan bendera melakukan pemadaman awal dan menggali potensi desa yang bisa digunakan serta dikembangkan sebagai modal sosial dan modal pemberdayaan masyarakat, mengumpulkan informasi penting dan khas tentang kondisi kerawanan dan kondisi lapangan desa ttg Karhutla, melakukan pendekatan masyarakat yg dilakukan MA untuk menjalin network dengan masyarakat dan melaporkan kegiatan patroli terpadu
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak Sahat Irawan Manik mengatakan untuk desa sasaran yang di laksanakan patroli terpadu ada 15 desa yang tersebar di 2 kabupaten yang menjadi lokasi rawan karhutla.
Sahat berharap kebakaran hutan dan lahan(karhutla) menjadi masalah bersama,tanpa peran aktif dari masyarakat dan stacholder terkait maka karhutla akan tetap menjadi kejadian yang akan terjadi tiap tahun nya.
"Mari jaga bersama agar karhutla tidak meluas lakukan pencegahan dan pemadaman titik api sejak dini," ajaknya.

Secara terpisah, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Raffles B. Panjaitan) di sela-sela acara Rapat Koordinasi Para Pihak dalam Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau (28/2/2018), menjelaskan kembali bahwa kegiatan Patroli Terpadu ini diinisiasi dan didanai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai upaya optimalisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, kemutakhiran data, kehadiran petugas di tingkat tapak dan sinergitas antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Setiap tim yang diturunkan merupakan kolaborasi para pihak (Manggala Agni KLHK, TNI, POLRI dan masyarakat desa) setiap hari melaksanakan kegiatan sosialisasi door to door kepada masyarakat serta melakukan deteksi dini tingkat kerawanan kebakaran dengan basis desa. Hasil pelaksanaan kegiatan tim patroli terpadu, setiap hari dilaporkan secara berjenjang mulai dari satgas desa, satgas kabupaten/provinsi sampai ke tingkat pusat melalui jejaring komunikasi aplikasi smartphone (whatsapp) sehingga akan mudah dimonitor dan ditindaklanjuti dalam waktu yang lebih singkat terutama pada saat kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Raffles mengatakan bahwa saat ini sudah ada 4 provinsi yang sudah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Khusus untuk Kalimantan Barat, sebagai langkah cepat pencegahan, saat ini dimulai kegiatan patroli terpadu dengan sasaran 60 desa rawan kebakaran hutan dan lahan dengan pengelola operasi di 4 wilayah kerja Daops Manggala Agni yang ada di Kalimantan Barat yaitu Daops Pontianak (15 posko desa), Ketapang (12 posko desa), Singkawang (14 posko desa) dan Sintang (19 posko desa). Dengan pengaktifan 60 posko desa patroli terpadu diharapkan mampu menjangkau dan mengamankan 120-180 desa rawan kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan hari ini berupa Apel Pemberangkatan Tim Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dilaksanakan secara serentak di 4 Markas Daops Manggala Agni salah satunya di Markas Daops Pontianak merupakan penegasan kembali komitmen bersama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sejak awal tahun 2018, kegiatan pencegahan sudah mulai dilaksanakan melalui patroli rutin baik secara bersama-sama maupun kegiatan di masing-masing instansi misalnya Manggala Agni KLHK yang memang mempunyai tugas rutin untuk melaksanakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli rutin dan penyuluhan ke masyarakat. Upaya pemadaman bersama oleh Manggala Agni, TNI, POLRI, BPBD dan masyarakat juga sudah dilaksanakan di beberapa titik kebakaran di Kubu Raya dan Ketapang sejak Januari yang lalu.
Raffles juga mengingatkan kembali tentang prediksi BMKG yang menyebutkan kondisi iklim yang lebih kering pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 dan khususnya di Provinsi Kalimantan Barat yang diprediksi akan terjadi anomali dengan munculnya kondisi yang lebih kering pada bulan April 2018. Tantangan lainnya adalah adanya Pilkada serentak tentunnya akan menguras energi dan sumber daya manusia terutama untuk pengamanan proses pilkada, khusus untuk Sumatera juga dibutuhkan energi yang lebih besar untuk pengamanan Asian Games 2018. Sementara bersiap untuk kegiatan patroli terpadu di 8 provinsi rawan, Raffles memberikan perintah harian kepada Manggala Agni untuk terus melaksanakan pencegahan kebakaran bersama para pihak melalui patroli, kampanye dan penyuluhan kepada masyarakat. Selain di Kalimantan Barat, patroli terpadu juga akan digelar di 7 provinsi rawan lainnya yaitu Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Di Jakarta, Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK sampai tanggal 28 Februari 2018 dengan pukul 20.00 WIB mencatat hasil deteksi titik panas (hotspot) satelit NOAA pada bulan Januari terdeteksi 59 hotspot di Indonesia dan untuk periode 1-28 Februari tercatat munculnya 187 hotspot di Indonesia. Sedangkan Satelit Terra/Aqua NASA mendeteksi 70 hotspot pada bulan Januari, sedangkan untuk Februari terdeteksi 273 hotspot. Khusus untuk Kalimantan Barat, perlu perhatian lebih untuk 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang, Mempawah dan Kubu Raya yang menjadi langganan munculnya hotspot pada bulan Januari dan Februari 2018 ini.
Kegiatan pelepasan Patdu di halaman Kantor Manggala Agni daerah operasi pontianak yang di hadiri oleh Perwakilan BPBD provinsi, perwakilan dari polda kalbar, danramil sungai kakap dan perwaklian dari kementerian lhk.
