Studi Ujicoba Pengaturan Tata Air Gambut dan PLTB di Manggala Agni Daops Pontianak

Tulisan dari Galaag Pontianak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kubu raya - Pusat Kebijakan Strategis - Setjen Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkesempatan mengunjungi Manggala Agni Daops Pontianak - BPPIKHL Wilayah Kalimantan pada hari sabtu, 7 April 2018 dalam rangka studi pengaturan tata air dan PLTB.
Kepala Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Pusat Kebijakan Strategis - setjen KLHK, Abdul Muin mengatakan saat ini pihaknya secara terus menerus melakukan kajian terhadap pengelolaan lahan di areal gambut dalam upaya untuk melihat langsung upaya - upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah baik pusat dan daerah serta para pemegang ijin usaha dan masyarakat untuk mendapatkan ide pemikiran sekaligus mensosialisasikan strategi pengelolaan lahan gambut yang tepat dan aplikatif serta bermanfaat kepada ekonomi masyarakat dan pada akhirnya berdampak signifikan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan khususnya di areal gambut.

Kami memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Manggala Agni Daops Pontianak - BPPIKHL Wilayah Kalimantan dalam penerapan ujicoba pengaturan tata air dan strategi pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB) diareal gambut, harapan kita semua hal tersebut dapat ditingkatkan terus kedepannya, baik dari sisi pengembangan teknologi maupun implementasinya terhadap usaha pertanian masyarakat yang ramah lingkungan, ujar abdul muin.
Sahat Irawan, Kepala Daops Manggala Agni Pontianak - BPPIKHL Wilayah Kalimantan mengatakan, bahwa mereka sengaja secara simultan mencoba memfasilitasi informasi, pengembangan wawasan dan keterampilan termasuk didalamnya keteknikan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sebagai perwujudan dari misi mangga agni "center of exellent", kami tidak hanya siap dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tetapi terus belajar juga teknik-teknik pencegahannya untuk seterusnya kami terapkan dan ujicoba dalam lingkungan Manggala Agni Daops Pontianak dengan konsep "Areal Pendidikan Lingkungan Terpadu" dimana kita semua nantinya dapat belajar bersama bagaimana pengaturan tata air di areal gambut untuk mempertahankan ketinggian muka air agar tidak mudah terbakar, namun tetap benilai ekonomi, serta pembuatan demplot ujicoba sebagai aplikasi pengolahan tanpa bakar (PLTB) dengan alternatif pembuatan cuka kayu.

Secara terpisah, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Jhony Santoso menambahkan bahwa BPPIKHL Wilayah Kalimantan - KLHK saat ini sedang menggagas program kewirausahaan dalam pemanfaatan cuka kayu sebagai alternatif dari kegiatan PLTB, agar nantinya hal tersebut dapat berdampak ekonomi bagi masyarakat dan harapannya memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan khususnya di areal gambut.
