Konten dari Pengguna

Budaya Mampir, Ngobrol Lama: Kebiasaan Sederhana yang Masi Penting

Galih Ardian Kusuma

Galih Ardian Kusuma

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Galih Ardian Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah komunikasi digital, bertemu langsung tetap punya nilai tersendiri

Pernah nggak kamu bilang ke teman atau saudara, “Gue mampir sebentar,” tetapi akhirnya malah duduk lama sambil ngobrol? Hal seperti ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Niat awalnya mungkin hanya ingin berkunjung sebentar, tetapi obrolan yang nyaman bisa membuat waktu berjalan tanpa terasa. Menurut saya, budaya mampir seperti ini masih layak dipertahankan karena bukan cuma soal berkunjung, tetapi juga tentang menjaga hubungan dengan orang lain.

Mampir Bukan Sekadar Datang

Ketika seseorang datang ke rumah, biasanya ada interaksi sederhana antara tamu dan tuan rumah. Bisa dimulai dari menawarkan minum, menanyakan kabar, sampai membicarakan hal-hal yang sedang terjadi.

Hal sederhana seperti itu sering kali justru membuat suasana menjadi lebih dekat. Kita tidak harus menyiapkan makanan mahal atau membuat acara khusus. Duduk bersama sambil minum teh atau air putih dan berbicara sudah cukup untuk membuat sebuah kunjungan terasa berarti.

Menurut saya, bagian inilah yang sering terlupakan. Bertamu bukan hanya tentang datang ke rumah seseorang, tetapi juga memberikan waktu untuk berkomunikasi secara langsung.

Obrolan Bisa Membuat Hubungan Lebih Dekat

Obrolan ketika mampir biasanya tidak selalu mempunyai topik yang jelas. Awalnya mungkin membicarakan kuliah atau sekolah, kemudian berpindah ke teman, pekerjaan, keluarga, bahkan cerita lucu yang baru terjadi.

Percakapan seperti itu memang terlihat sederhana. Namun, dari percakapan tersebut kita bisa mengetahui keadaan orang lain secara lebih dekat. Kadang seseorang yang jarang bertemu hanya membutuhkan kesempatan untuk duduk dan berbicara tanpa terburu-buru.

Karena itu, menurut saya, waktu yang digunakan untuk ngobrol langsung tidak selalu bisa digantikan oleh pesan singkat. Pesan memang lebih praktis, tetapi bertemu secara langsung memberikan suasana yang berbeda.

Komunikasi Digital Semakin Mudah

Perkembangan teknologi membuat komunikasi menjadi semakin mudah. Data BPS dalam Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 menunjukkan bahwa 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Angka tersebut meningkat dari 69,21 persen pada 2023.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Kita bisa mengirim pesan, melakukan panggilan video, atau berbagi kabar tanpa harus datang ke tempat seseorang.

Kemudahan tersebut tentu sangat membantu. Namun, menurut saya, kemudahan komunikasi digital seharusnya tidak membuat kebiasaan bertemu langsung hilang. Keduanya bisa berjalan bersama. Kita bisa menggunakan teknologi untuk tetap berkomunikasi ketika berjauhan, lalu bertemu langsung ketika ada kesempatan.

Budaya Mampir Masih Relevan

Saya melihat budaya mampir masih relevan karena kebiasaan ini tidak membutuhkan sesuatu yang rumit. Tidak perlu membuat acara besar untuk bisa berkumpul. Datang ke rumah teman atau saudara, duduk, lalu mengobrol sudah bisa menjadi bentuk interaksi sosial.

Apalagi sekarang banyak orang memiliki kesibukan masing-masing. Kesempatan untuk bertemu secara langsung terkadang menjadi semakin jarang. Karena itu, kunjungan sederhana justru bisa menjadi kesempatan untuk kembali berbicara tanpa terburu-buru.

Menurut saya, yang perlu dipertahankan bukan sekadar kebiasaan mampir, tetapi nilai kebersamaan di dalamnya. Selama dilakukan dengan memperhatikan waktu dan kenyamanan tuan rumah, kebiasaan tersebut masih memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari.

Mampir Sebentar, Ceritanya Bisa Lama

“Mampir sebentar” memang terdengar seperti kunjungan singkat. Namun, kita semua mungkin pernah mengalami ketika beberapa menit berubah menjadi satu atau dua jam karena obrolannya terlalu seru.

Di tengah semakin mudahnya komunikasi melalui internet, bertemu secara langsung tetap mempunyai nilai tersendiri. Mungkin karena saat bertemu, kita tidak hanya bertukar pesan, tetapi juga berbagi waktu dan suasana.

Jadi, kalau ada teman atau saudara yang bilang, “Gue mampir sebentar,” jangan langsung percaya kalau dia bakal sebentar. Bisa saja niatnya cuma mampir, tetapi akhirnya malah ngobrol sampai lupa waktu.

Budaya bertamu dan mengobrol di rumah. Foto: Pexels/Ron Lach.

“Kebiasaan seperti ini menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat”