Konten dari Pengguna

Hereditas dan Lingkungan dalam Proses Perkembangan

Galuh Enggar Pramesti

Galuh Enggar Pramesti

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Galuh Enggar Pramesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh August de Richelieu: https://www.pexels.com/id-id/foto/keluarga-membuat-sarapan-di-dapur-4259140/
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh August de Richelieu: https://www.pexels.com/id-id/foto/keluarga-membuat-sarapan-di-dapur-4259140/

Psikologi pendidikan berupaya memahami bagaimana faktor keturunan (hereditas/genetik) dan lingkungan memengaruhi proses belajar dan perkembangan individu. Hereditas mencakup pengaruh genetik, seperti kecerdasan dan temperamen, yang diwariskan dari orang tua.

Meski hereditas menyediakan dasar potensi, faktor lingkungan seperti keluarga, pendidikan, teman sebaya, dan budaya menentukan sejauh mana potensi ini dapat berkembang secara optimal.

Ada tiga pandangan utama mengenai pengaruh hereditas dan lingkungan dalam perkembangan manusia:

  1. Nativisme, yang menyatakan bahwa perkembangan sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik;

  2. Empirisme, yang menekankan bahwa perkembangan lebih dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan;

  3. Hukum Konvergensi, yang mengakui bahwa hereditas dan lingkungan berperan saling melengkapi dalam membentuk perkembangan individu.

Faktor hereditas dan lingkungan berinteraksi dalam berbagai cara untuk membentuk karakteristik seseorang

Passive Genotype-Environment Interaction: Orang tua, melalui kesamaan genetik dengan anak, menciptakan lingkungan yang mendukung minat dan bakat anak, seperti menyediakan buku atau akses pendidikan yang selaras dengan minat mereka.

Evocative Genotype-Environment Interaction: Genotipe anak memunculkan respons dari lingkungan, misalnya anak yang ramah akan mendapatkan lebih banyak perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

Active Genotype-Environment Interaction: Anak secara aktif mencari lingkungan yang sesuai dengan minat atau bakatnya, seperti anak berbakat musik yang tertarik pada lingkungan yang dapat mendukung potensi tersebut.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, hereditas dan lingkungan berperan penting dan saling mendukung. Memahami interaksi keduanya memungkinkan pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang efektif dan membantu pengembangan optimal pada setiap anak.