Mahasiswa KKN Kranggan Dorong Pengelolaan Sampah Organik melalui Gerakan Biopori

Mahasiswa S1 Program Studi Administrasi Publik K.Rembang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Gandasari Lailatul Nugrahani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kranggan, Klaten – Pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui program Multidisiplin 1 “Gerakan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Biopori untuk Desa yang Bersih dan Sehat”, mahasiswa KKN Tim II TA 2025/2026 di Desa Kranggan, Klaten, mengajak masyarakat mengenal pemanfaatan Lubang Resapan Biopori sebagai alternatif pengelolaan sampah organik.

Program ini dilaksanakan melalui tiga rangkaian kegiatan utama. Kegiatan diawali dengan trial pemasangan Lubang Resapan Biopori pada 21 Juli 2026 sebagai tahap percobaan untuk memastikan metode pemasangan dapat diterapkan dengan baik. Selanjutnya, pada 23 Juli 2026 mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi bertajuk “Gerakan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Biopori untuk Desa yang Bersih dan Sehat” kepada masyarakat Desa Kranggan.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, Gandasari Lailatul Nugrahani, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik K.Rembang, berperan dalam menyampaikan materi mengenai “tata cara pembuatan dan SOP Penggunaan Lubang Resapan Biopori”. Materi yang diberikan mencakup tahapan penggunaan biopori, mulai dari pemilahan sampah organik, proses pengisian, penutupan lubang, pemeliharaan, hingga pemanenan hasil penguraian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemasangan Lubang Resapan Biopori secara langsung di rumah-rumah warga pada 26 Juli 2026. Melalui praktik tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai cara penerapan biopori di lingkungan tempat tinggal.
Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan bahwa sampah organik rumah tangga dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali, bukan hanya menjadi limbah yang dibuang. Penerapan biopori juga dapat membantu meningkatkan resapan air ke dalam tanah serta mendukung pengolahan sampah organik menjadi kompos secara alami.
Pelaksanaan program Multidisiplin 1 ini menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa KKN dalam memberikan solusi sederhana berbasis lingkungan.
"Dengan adanya edukasi dan praktik langsung, masyarakat Desa Kranggan diharapkan mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan."
Ungkap Gandasari.
