Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN Kranggan Kenalkan Inovasi Abon Telur untuk Pengembangan BUMDes

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gandasari Lailatul Nugrahani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kranggan, Klaten – Mahasiswa KKN Tim II TA 2025/2026 di Desa Kranggan, Klaten, melaksanakan kegiatan edukasi dan demontrasi bertajuk “Pengembangan Produk Abon Telur sebagai Upaya Penguatan Kapasitas BUMDes dalam Mendukung Ketahanan Pangan Lokal” pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini memperkenalkan alternatif pemanfaatan hasil peternakan melalui inovasi produk Abon Telur kepada masyarakat dan pengelola BUMDes serta praktik pembuatannya.

Produk Abon Telur Mahasiswa KKN UNDIP Tim II TA 2025/2026 di Desa Kranggan. Source: https://www.instagram.com/gandasariiiii?igsh=MXBsZ3pvMGcxNTN5OA==
zoom-in-whitePerbesar
Produk Abon Telur Mahasiswa KKN UNDIP Tim II TA 2025/2026 di Desa Kranggan. Source: https://www.instagram.com/gandasariiiii?igsh=MXBsZ3pvMGcxNTN5OA==

Melalui pengolahan menjadi Abon Telur, telur dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka alternatif pengembangan usaha bagi BUMDes.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gandasari Lailatul Nugrahani, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik K.Rembang, mengambil peran sebagai Master of Ceremony kegiatan edukasi dan demonstrasi. Juga pada aspek penanganan permasalahan yang berpotensi muncul dalam pengembangan usaha Abon Telur. Peran tersebut diwujudkan melalui penyusunan dan pemberian booklet SOP Penanganan Masalah Usaha Abon Telur kepada pengelola BUMDes.

Demonstrasi Pembuatan Abon Telur bersama Masyarakat di Desa Kranggan pada Sabtu (8/8/2026). Source: https://www.instagram.com/gandasariiiii?igsh=MXBsZ3pvMGcxNTN5OA==

Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan telur melalui produk olahan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pengembangan produk tidak hanya membutuhkan inovasi dalam proses produksi, tetapi perlu disertai kesiapan dalam menghadapi persoalan yang dapat muncul selama usaha berlangsung.

"Melalui pemberian booklet SOP tersebut, pengelola BUMDes diharapkan memiliki pedoman yang dapat digunakan ketika mengembangkan usaha Abon Telur. Inovasi ini sekaligus diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil peternakan lokal dan menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha BUMDes di Desa Kranggan," ungkap Gandasari.