Dampak Series BL terhadap Ekonomi Indonesia: Peluang dan Tantangan

Mahasiswi Universitas Pamulang, Prodi Manajamen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari ASY SYAFA ZASKIA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dampak series BL terhadap ekonomi Indonesia mencakup peluang bisnis UMKM, industri kreatif, streaming, merchandise, dan fan meeting, sekaligus tantangan perilaku konsumsi masyarakat.

Dampak series BL terhadap ekonomi Indonesia menjadi topik menarik seiring meningkatnya popularitas hiburan digital. Series Boys' Love (BL) tidak hanya menawarkan cerita romantis, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi melalui pembelian merchandise, langganan platform streaming, fan meeting, dan berbagai peluang usaha bagi UMKM lokal.
Bagi sebagian penggemar, menonton series BL tidak berhenti setelah episode terakhir selesai. Mereka mungkin melanjutkan aktivitas dengan membeli produk yang berkaitan dengan serial favorit, mengikuti fan meeting, berlangganan layanan streaming, atau membeli barang yang dipromosikan oleh aktor kesayangan. Kebiasaan tersebut memperlihatkan bahwa industri hiburan dapat mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.
Lalu, bagaimana popularitas series BL memengaruhi perekonomian Indonesia? Apakah fenomena ini membuka peluang bisnis bagi masyarakat, atau justru membuat sebagian pengeluaran konsumen mengalir ke industri hiburan luar negeri?
1. Membuka Peluang Usaha bagi UMKM
Salah satu dampak ekonomi yang berpotensi muncul dari popularitas series BL adalah terbukanya peluang usaha bagi pelaku UMKM. Tingginya minat penggemar terhadap aktor dan serial tertentu dapat menciptakan permintaan terhadap berbagai produk, seperti aksesori, pakaian, ilustrasi, photocard buatan penggemar, dan barang koleksi.
Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal untuk menjual produk kreatif melalui marketplace dan media sosial. Desainer grafis, ilustrator, fotografer, serta pembuat konten juga berpotensi mendapatkan penghasilan dari layanan yang mereka tawarkan kepada komunitas penggemar.
Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan hak cipta dan merek dagang. Produk yang menggunakan foto aktor, logo, atau materi resmi serial sebaiknya dibuat dengan izin yang sesuai. Dengan demikian, peluang bisnis dapat berkembang tanpa mengabaikan hak pemilik karya.
2. Mendorong Aktivitas Ekonomi Digital
Series BL juga berkaitan dengan perkembangan ekonomi digital. Penonton dapat mengakses tontonan melalui platform streaming, membeli produk melalui toko daring, dan mengikuti promosi melalui media sosial.
Aktivitas tersebut menciptakan transaksi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan digital, penjual, perusahaan pembayaran, jasa pengiriman, dan pembuat konten.
Direktorat Jenderal Pajak mencatat bahwa penerimaan pajak dari usaha ekonomi digital Indonesia mencapai Rp32,32 triliun hingga 31 Desember 2024. Angka tersebut mencakup berbagai jenis aktivitas digital dan bukan kontribusi khusus dari series BL. Meskipun demikian, data ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi digital telah menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia.
Dengan meningkatnya penggunaan platform digital, popularitas genre hiburan seperti BL dapat menjadi salah satu peluang bagi pelaku bisnis untuk menjangkau konsumen yang memiliki minat tertentu.
3. Fan Meeting dan Pariwisata: Peluang bagi Bisnis Lokal
Kegiatan fan meeting atau pertemuan penggemar juga berpotensi menghasilkan dampak ekonomi. Ketika aktor atau bintang series BL mengadakan acara di suatu kota, penggemar yang datang dari luar daerah dapat mengeluarkan uang untuk membeli tiket, memesan hotel, menggunakan transportasi, dan membeli makanan.
Pengeluaran tersebut berpotensi memberikan manfaat kepada penyelenggara acara, pekerja event, hotel, restoran, pengemudi transportasi, serta pedagang di sekitar lokasi acara.
Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi bergantung pada jumlah pengunjung, lokasi kegiatan, lama kunjungan, dan proporsi pengeluaran yang benar-benar diterima oleh bisnis lokal. Karena itu, dampak fan meeting sebaiknya dipahami sebagai peluang ekonomi yang perlu diukur, bukan otomatis dianggap memberikan keuntungan besar bagi seluruh pelaku usaha.
4. Tantangan: Sebagian Pengeluaran Mengalir ke Luar Negeri
Di balik peluang ekonomi tersebut, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Banyak series BL populer berasal dari negara lain, termasuk Thailand. Ketika penonton membeli merchandise resmi dari luar negeri atau mengakses layanan yang pendapatannya diterima perusahaan asing, sebagian uang yang dibelanjakan dapat mengalir ke luar Indonesia.
Hal ini bukan berarti konsumsi konten asing selalu merugikan perekonomian nasional. Transaksi tersebut masih dapat melibatkan pedagang lokal, jasa pengiriman, penyedia pembayaran, serta pajak yang berlaku. Namun, nilai yang diterima bisnis dalam negeri tidak selalu sama dengan keseluruhan uang yang dikeluarkan konsumen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk mengembangkan karya sendiri. Jika produsen lokal mampu menciptakan serial yang menarik, produk legal, dan kegiatan penggemar yang berkualitas, sebagian permintaan konsumen dapat diarahkan kepada produk dalam negeri.
5. Risiko Konsumsi Berlebihan dalam Budaya Fandom
Popularitas series BL juga dapat mendorong perilaku konsumsi yang perlu dikelola secara bijak. Sebagian penggemar mungkin merasa terdorong membeli berbagai produk, mengikuti banyak acara, atau mengoleksi merchandise demi menunjukkan dukungan kepada aktor favorit mereka.
Jika tidak direncanakan, pengeluaran hiburan dapat mengurangi anggaran untuk kebutuhan lain. Risiko ini bukan hanya terjadi pada penggemar BL, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai bentuk fandom dan industri hiburan lainnya.
Karena itu, penggemar sebaiknya menetapkan anggaran hiburan sesuai kemampuan finansial. Sementara itu, penjual dan penyelenggara acara perlu memberikan informasi harga, ketentuan pembelian, serta kebijakan pengembalian dana secara jelas untuk melindungi konsumen.
6. Peluang bagi Industri Kreatif Indonesia
Popularitas series BL dapat menjadi inspirasi bagi industri kreatif Indonesia untuk mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan minat penonton. Peluangnya tidak terbatas pada produksi serial, tetapi juga mencakup penulisan cerita, produksi video, musik, desain, pemasaran digital, merchandise berlisensi, dan penyelenggaraan acara.
Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa ekonomi kreatif Indonesia menyumbang Rp1.611,2 triliun atau 7,28 persen dari PDB nasional pada 2024. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025. Angka tersebut menggambarkan besarnya ekosistem ekonomi kreatif Indonesia secara keseluruhan, bukan kontribusi khusus dari genre BL.
Dengan dukungan kreativitas, pendanaan, pemasaran, dan perlindungan hak kekayaan intelektual, pelaku industri lokal memiliki peluang untuk mengembangkan karya yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Kesimpulan
Popularitas series BL tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi melalui UMKM, aktivitas digital, fan meeting, pariwisata, dan industri kreatif. Di sisi lain, fenomena ini juga menghadirkan tantangan berupa konsumsi berlebihan, risiko penipuan, dan aliran sebagian pengeluaran ke perusahaan luar negeri.
Dampak akhirnya bergantung pada bagaimana konsumen membelanjakan uangnya dan bagaimana pelaku usaha memanfaatkan peluang yang tersedia. Penggemar dapat menikmati hiburan secara bertanggung jawab, sedangkan pelaku usaha Indonesia dapat mengembangkan produk lokal yang legal dan berkualitas.
Pada akhirnya, fenomena series BL dapat menjadi salah satu contoh bagaimana budaya populer berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Namun, untuk mengetahui seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, diperlukan penelitian dan data khusus mengenai jumlah penonton, transaksi merchandise, kegiatan penggemar, serta pendapatan yang diterima pelaku usaha lokal.
