Konten dari Pengguna

5 Hukuman Mati Paling Sadis dan Mengerikan pada Zaman Dulu

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hukuman mati. Foto: Pixabay/kalhh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hukuman mati. Foto: Pixabay/kalhh

Salah satu jenis hukuman yang harus diterima oleh pelaku kejahatan adalah hukuman mati. Hukuman terberat tersebut konon pertama kali dilakukan pada abad ke-16 SM di Mesir. Orang pertama yang harus menjalaninya adalah seorang bangsawan yang dituduh melakukan sihir. Ia diperintahkan untuk mengambil nyawanya sendiri.

Hukuman mati tersebut bisa dibilang jauh dari kata kejam. Pasalnya, pada zaman dahulu masih ada hukuman mati lainnya yang sangat sadis dan brutal. Seperti lima hukuman berikut ini.

Direbus Hidup-hidup

Ilustrasi direbus hidup-hidup. Foto: Wikipedia/Kunisada Utagawa

Pada era Kaisar Romawi Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus, hukuman mati yang pernah diterapkan adalah merebus orang hidup-hidup. Ia tercatat pernah merebus ribuan umat Kristen dalam minyak mendidih.

Hukuman ini juga pernah dilakukan di Inggris pada abad ke-12 sampai 16. Pada masa pemerintahan Raja Henry VIII sekitar tahun 1531, pelaku pembunuhan akan dihukum dengan direbus hidup-hidup. Mereka akan dicelupkan ke dalam air mendidih secara bertahap, mulai dari kaki hingga kepala.

Lead Sprinkler

Ilustrasi eksekusi hukuman mati. Foto: Pixabay/Dieterich01

Lead sprinkler adalah hukuman mati yang memanfaatkan sebuah alat berisi timah cair, ter, minyak mendidih, dan cairan panas lainnya. Algojo akan menuangkan cairan tersebut ke perut atau bagian tubuh lain si terpidana mati. Cara ini akan membuat orang tersebut kesakitan hingga meregang nyawa.

Judas Cradle

Judas cradle. Foto: medievalchronicles

Pada abad pertengahan, hukuman mati yang diterapkan di Eropa adalah Judas Cradle. Dalam metode tersebut, terpidana dipaksa duduk di kursi berbentuk piramida dan kakinya diikat kuat. Algojo akan menariknya dan membuat orang tersebut merasakan sakit yang luar biasa di bagian bokong.

Tak hanya itu, algojo akan menaikkan dan menurunkan terpidana berkali-kali dengan tali dan katrol. Alat penyiksa yang digunakan diolesi oleh minyak panas untuk menambah rasa sakit. Selain itu, alat tersebut tak pernah dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan infeksi pada tubuh terpidana sebelumnya akhirnya tewas.

Blood Eagle

Blood eagle: Foto: Wikipedia

Bangsa Viking pada zaman dahulu memiliki sistem hukuman mati bernama blood eagle. Terpidana akan dikuliti dan dibedah hingga tulang punggungnya terlihat. Tulang tersebut akan dibengkokkan hingga menyembul layaknya sayap elang. Sadisnya lagi, paru-parunya akan direnggut dari tubuhnya.

Skafisme

Ilustrasi perau kayu. Foto: Pixabay/pixel2013

Bangsa Persia Kuno memiliki sistem hukuman mati bernama skafisme atau "The Boat". Terpidana akan ditempatkan di antara dua perahu kayu atau batang pohon yang telah dilubangi dengan kaki dan kepala menonjol keluar. Ia kemudian dipaksa untuk minum campuran susu dan madu hingga diare.

Dengan kondisi seperti itu, terpidana hanya bisa buang air besar dan muntah di tempat. Hal itu akan mengundang serangga untuk mengerubungi tubuhnya. Biasanya, terpidana yang dihukum dengan cara ini akan mati dalam 17 hari.

Itu tadi lima hukuman mati paling sadis pada zaman dahulu. Menurutmu, mana yang paling kejam? (mit)