5 Hukuman Mati Paling Sadis dan Mengerikan pada Zaman Dulu

Generasi Milenial
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu jenis hukuman yang harus diterima oleh pelaku kejahatan adalah hukuman mati. Hukuman terberat tersebut konon pertama kali dilakukan pada abad ke-16 SM di Mesir. Orang pertama yang harus menjalaninya adalah seorang bangsawan yang dituduh melakukan sihir. Ia diperintahkan untuk mengambil nyawanya sendiri.
Hukuman mati tersebut bisa dibilang jauh dari kata kejam. Pasalnya, pada zaman dahulu masih ada hukuman mati lainnya yang sangat sadis dan brutal. Seperti lima hukuman berikut ini.
Direbus Hidup-hidup
Pada era Kaisar Romawi Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus, hukuman mati yang pernah diterapkan adalah merebus orang hidup-hidup. Ia tercatat pernah merebus ribuan umat Kristen dalam minyak mendidih.
Hukuman ini juga pernah dilakukan di Inggris pada abad ke-12 sampai 16. Pada masa pemerintahan Raja Henry VIII sekitar tahun 1531, pelaku pembunuhan akan dihukum dengan direbus hidup-hidup. Mereka akan dicelupkan ke dalam air mendidih secara bertahap, mulai dari kaki hingga kepala.
Lead Sprinkler
Lead sprinkler adalah hukuman mati yang memanfaatkan sebuah alat berisi timah cair, ter, minyak mendidih, dan cairan panas lainnya. Algojo akan menuangkan cairan tersebut ke perut atau bagian tubuh lain si terpidana mati. Cara ini akan membuat orang tersebut kesakitan hingga meregang nyawa.
Judas Cradle
Pada abad pertengahan, hukuman mati yang diterapkan di Eropa adalah Judas Cradle. Dalam metode tersebut, terpidana dipaksa duduk di kursi berbentuk piramida dan kakinya diikat kuat. Algojo akan menariknya dan membuat orang tersebut merasakan sakit yang luar biasa di bagian bokong.
Tak hanya itu, algojo akan menaikkan dan menurunkan terpidana berkali-kali dengan tali dan katrol. Alat penyiksa yang digunakan diolesi oleh minyak panas untuk menambah rasa sakit. Selain itu, alat tersebut tak pernah dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan infeksi pada tubuh terpidana sebelumnya akhirnya tewas.
Blood Eagle
Bangsa Viking pada zaman dahulu memiliki sistem hukuman mati bernama blood eagle. Terpidana akan dikuliti dan dibedah hingga tulang punggungnya terlihat. Tulang tersebut akan dibengkokkan hingga menyembul layaknya sayap elang. Sadisnya lagi, paru-parunya akan direnggut dari tubuhnya.
Skafisme
Bangsa Persia Kuno memiliki sistem hukuman mati bernama skafisme atau "The Boat". Terpidana akan ditempatkan di antara dua perahu kayu atau batang pohon yang telah dilubangi dengan kaki dan kepala menonjol keluar. Ia kemudian dipaksa untuk minum campuran susu dan madu hingga diare.
Dengan kondisi seperti itu, terpidana hanya bisa buang air besar dan muntah di tempat. Hal itu akan mengundang serangga untuk mengerubungi tubuhnya. Biasanya, terpidana yang dihukum dengan cara ini akan mati dalam 17 hari.
Itu tadi lima hukuman mati paling sadis pada zaman dahulu. Menurutmu, mana yang paling kejam? (mit)
