Apa itu Hamil Ektopik? Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Generasi Milenial
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hamil ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang dibuahi menempelkan diri di luar dinding rahim. Pembuahan pun terjadi di tuba falopi dan menyebabkan embrio tidak berkembang dengan baik. Kasus ini terjadi pada satu dari 50 kehamilan.
Sebagai langkah awal, calon ibu wajib mengetahui penyebab dan gejala hamil ektopik.
Penyebab Hamil Ektopik
Hamil ektopik dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu biologis dan non-biologis.
Faktor biologis bisa disebabkan oleh infeksi atau pembengkakan di tuba falopi yang membuat jalan embrio ke rahim terlambat. Akhirnya, sel telur pun menempel di tuba falopi. Selain itu, operasi yang pernah dilakukan di area pelvis atau tuba falopi dapat membuat area tersebut lengket dan embrio pun menempel.
Ibu dengan tumbuh kembang yang tidak normal atau menderita penyakit menular di area organ intim juga berpotensi mengalami hamil ektopik.
Sementara itu, faktor non-biologis penyebab hamil ektopik antara lain kebiasaan merokok, konsumsi obat kesuburan, dan hamil saat menggunakan KB IUD.
Gejala Hamil Ektopik
Sama halnya dengan penyakit atau kelainan lain, hamil ektopik juga menimbulkan beberapa gejala. Gejala tersebut biasanya muncul pada usia kehamilan menginjak 4-12 minggu.
Gejala hamil ektopik antara lain sebagai berikut.
Perut terasa kram dan sakit pada bagian bawah
Mual dan muntah disertai rasa sakit
Lemas, pusing, bahkan sampai pingsan
Sakit pada bagian bahu
Rasa tidak nyaman saat buang air kecil dan besar
Keluar darah atau cairan berwarna cokelat dari vagina
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, penting sekali bagi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya sejak awal. Jika diketahui mengalami hamil ektopik, dokter akan melakukan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi ibu. (mit)
