Konten dari Pengguna

Apa Itu Hari Tanpa TV? Berikut Sejarah dan Penjelasannya

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar Wilayah yang Tak Bisa Lagi Nikmati Siaran TV Analog Per 30 April 2022
zoom-in-whitePerbesar
Daftar Wilayah yang Tak Bisa Lagi Nikmati Siaran TV Analog Per 30 April 2022

Televisi atau TV merupakan salah satu media yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, banyaknya program TV yang buruk membuat munculnya Hari Tanpa TV Nasional.

Mengenai Hari Tanpa TV, diketahui dirayakan setiap tahun pada 23 Juli sejak pertama kali digagas oleh Yayasan Pendidikan Media Anak bersama Koalisi Nasional pada 2008 silam.

Penyebabnya kala itu dan hingga kini tak lain adalah karena banyaknya program TV yang kurang mendidik dan tidak ramah anak. Program hiburan cenderung lebih banyak ketimbang yang edukatif dan informatif.

Seorang petugas keamanan menonton siaran TV analog di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/2/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Hal tersebut juga dijelaskan Slamet Riyadi selaku dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disebutkan olehnya, ketika itu aktivitas menonton TV bikin waktu interaksi sama keluarga menjadi berkurang.

Dampak negatif menonton tayangan televisi terhadap anak-anak dan remaja berupa meniru serta mengadopsi nilai yang berkontribusi pada gaya hidup tak sehat dan konsumtif kerap kali terjadi.

Bila dibandingkan dengan keluarga yang sedikit menghabiskan hari menonton TV, waktu untuk aktivitas positif dan interaktif guna mempererat hubungan kekeluargaan jadi lebih banyak.

Ilustrasi televisi. Foto: pixabay

Terlebih, penelitian menyebutkan bahwa anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton TV ketimbang belajar di rumah. Karenanya, gerakan itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap TV, terutama acara tak bermutu.

Hingga kini 2022, sudah 14 berlalu, gerakan tersebut masih relevan karena beberapa acara televisi kerap menuai protes. Karenanya, Hari Tanpa TV diharapkan jadi teguran bagi perusahaan televisi nasional agar menghadirkan tayangan mendidik dan berkualitas.

Cara mengikuti Hari Tanpa TV sederhana saja, hanya butuh mematikan televisi selama sehari penuh. Gerakan tersebut diharapkan dapat mengalihkan kegiatan keluarga menjadi lebih bermanfaat. (bob)