Konten dari Pengguna

Apa Itu Resesi Ekonomi? 5 Hal Ini Bisa Kita Persiapkan untuk Menghadapinya

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi resesi ekonomi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi resesi ekonomi. Foto: Pixabay

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan bahwa dunia akan masuk dalam resesi tahun 2023 mendatang. Hal ini ditandai dengan kebijakan pengetatan moneter berupa kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan sebagian besar bank sentral di dunia secara bersamaan.

Lantas, apa itu resesi ekonomi? Berikut ulasannya.

Apa Itu Resesi Ekonomi

Mengutip landx.id, resesi merupakan kondisi di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan terus-menerus dalam waktu dua kuartal atau sekitar enam bulan. Terjadinya resesi pada suatu negara ditandai oleh melemahnya produk domestik bruto.

Dampak Resesi

Dampak resesi terhadap suatu negara cukup krusial. Resesi dapat berdampak pada penurunan sumber pendapatan negara baik itu pendapatan pajak maupun non-pajak, terganggunya sektor bisnis, dan meningkatnya jumlah pengangguran karena banyak pengangguran bangkrut.

Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Hadapi Resesi

Nah, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Apa saja?

1. Berhemat

Ilustrasi berhemat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk persiapan menghadapi resesi ekonomi adalah berhemat. Mengapa?

Para ahli menyebut ketika terjadi resesi, segala sektor perekonomian akan mengalami penurunan signifikan. Termasuk, dalam hal ini adalah pendapatan perusahaan dan meningkatnya angka pengangguran.

Berkaca dari sana, maka pola hidup konsumtif khususnya membeli barang-barang tidak penting dan foya-foya bisa dikurangi. Jadi, belilah barang sesuai kebutuhan bukan keinginan atau sekadar mengikuti tren.

Dengan begitu, kamu bisa berhemat dan mempersiapkan dana darurat. Selain itu, kamu juga bisa mulai berinvestasi dari sekarang untuk berjaga-jaga.

2. Merinci Pengeluaran

Ilustrasi menghitung pengeluaran. Foto: Shutter Stock

Ada baiknya di tengah ancaman resesi ekonomi kamu harus merinci pengeluaran sedetail mungkin. Hapus untuk pengeluaran yang tidak perlu dan ganti dengan hal-hal yang primer dalam kehidupan sehari-hari.

Kurangi kegiatan nongkrong ataupun jalan-jalan untuk membuat pengeluaran keuangan tetap terjaga dan tidak boncos. Apalagi di masa resesi, dana darurat atau dana tambahan harus benar-benar dipersiapkan.

3. Jangan Berutang

Ilustrasi utang. Foto: Shutter Stock

Kurangi atau bahkan berhentilah dari kebiasaan berutang. Kebiasaan ini akan membuat keuangan kita hancur, apalagi saat masa resesi ekonomi. Atau jika kamu memiliki utang, kalau bisa bereskan terlebih dulu sebelum krisis ekonomi benar-benar terjadi.

4. Punya Asuransi

Ilustrasi BPJS kesehatan. Foto: Shutter Stock

Jangan pernah menyepelekan asuransi, apalagi untuk kesehatan. Hal-tidak terduga terhadap kesehatan bisa saja terjadi. Ketika memiliki asuransi kesehatan, keuangan pun akan lebih terjaga. Dengan begitu, dana darurat pun menjadi lebih aman.

5. Cari Pendapatan Lain

Ilustrasi uang. Foto: Shutterstock.

Agar saldo rekening tidak terlalu boncos saat menghadapi resesi ekonomi, hal terakhir yang bisa kita persiapkan dari sekarang yaitu mencari pemasukan lain. Misalnya dengan jualan online ataupun jadi konten kreator.

Hal lain yang tidak kalah penting, menabunglah. Setiap pendapatan tambahan yang didapat lebih baiknya kita sisihkan sebagian untuk mempersiapkan dana darurat.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu resesi dan langkah yang bisa kita persiapkan untuk menghadapinya. (fre)