Konten dari Pengguna

Apa Itu Voice Phishing yang Lagi Tren di TikTok?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penipu melalui telepon. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penipu melalui telepon. Foto: Shutterstock.

Belakangan muncul tren di TikTok, seseorang menelpon sambil menirukan suara mesin penjawab otomatis guna membuat panik menerima panggilan. Meski tujuannya lelucon, tren tersebut sejatinya menggunakan teknik yang sama dengan penipuan voice phishing.

Memang apa, sih, voice phishing alias vishing itu?

Mengutip dari Kaspersky, dijelaskan bahwa voice phishing atau vishing adalah bentuk penipuan lewat telepon. Nantinya, pelaku pakai social engineering agar bisa akses informasi dan keuangan pribadi korban.

Biasanya, sih, vishing itu sama seperti phishing dan smishing (SMS phishing), yakni dengan mengiming-imingkan korban dengan hadiah terlebih dahulu. Alternatif lainnya adalah mendesak korban memberi data pribadi agar kejadian buruk tak terjadi.

Ilustrasi pria mengangkat telpon. | Foto: Pixabay

Kebanyakan dari skema vishing bermula dari korban yang mendapat email atau pesan semacamnya, berisi mulai dari tagihan palsu, hingga peringatan permintaan penarikan uang dalam jumlah besar yang juga tidak benar adanya.

Bila email phishing biasanya meminta korban mengklik link yang dikirimkan, isi email vishing biasanya mengarahkan korbannya untuk menelpon nomor customer support pada email, yang mana tentu saja palsu.

Meski caranya seperti sudah ketinggalan zaman, ternyata vishing itu masih efektif menipu orang-orang tertentu, lho. Karenanya, Roman Dedenok selaku pakar keamanan data di Kaspersky merasa model konten prank vishing meresahkan, khawatir bisa memberi contoh.

“Mungkin Anda kira, ‘siapa yang bisa ketipu dengan cara begitu?’ Realitanya, ketika telepon kayak gitu tiba-tiba masuk, mendesak, korban jadi gak bisa bedain itu penipu atau pekerja asli, misalnya di bank,” ujar Roman.

Kiat menghindari voice phishing atau vishing

Penipu mengggunakan nomor yang mirip dengan Halo BCA. Dok. kumparan.

Dari data yang diberikan Kaspersky, periode Maret-Juni 2022, tercatat ada 350.000 vishing email. Kenaikan tajam terjadi pada Juni, tak lama dari tren TikTok, dengan nyaris 100.000 email. Hal tersebut mengkhawatirkan karena upaya vhishing di Indonesia masih tinggi.

Guna menghindari vishing, ada lima cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Periksa email. Email penipuan biasanya menggunakan domain gratis atau banyak terdapat typo alias salah ketik. Dianjurkan untuk memeriksa terlebih dahulu alamat email asli perusahaan yang mengirim pesan via internet.

  2. Jangan pernah memberi informasi pribadi seperti nomor keamanan/PIN hingga informasi sensitif lain. Pasalnya, panggilan perusahaan resmi tidak pernah meminta informasi tersebut.

  3. Berhati-hati dengan permintaan verifikasi akun digital, terutama yang menyangkut rekening. Ingat, jangan beri informasi pribadi seperti PIN.

  4. Waspadai pesan yang meminta untuk memperbarui data apapun.

  5. Jangan latah tren media sosial yang berkaitan dengan membagikan informasi pribadi. Informasi tersebut mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), data-data keluarga, rekening, hingga password penting lain.

(bob)

Bagi teman-teman mahasiswa khususnya yang sedang di tingkat akhir, yuk, daftarkan diri di kumparan Academy Internship Program 2022 di sini.