Apa Itu Waxing? Ini Fungsi dan Jenisnya

Generasi Milenial
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buat kamu yang merasa risih dengan bulu di badan, salah satu cara untuk menghilang bulu itu adalah dengan waxing. Namun, metode menggunakan waxing ini akan terasa lebih sakit daripada dengan teknik mencukur. Pasalnya, waxing akan mencabut bulu dari akar.
Lantas, Apa Itu Waxing?
Waxing adalah salah satu teknik menghilangkan bulu dalam jumlah banyak dengan cara mencabut menggunakan cairan khusus atau karamel yang dipanaskan. Cairan itu biasanya disebut wax.
Wax dioleskan pada bagian tubuh yang ingin dicabut bulunya, seperti ketiak, betis, lengan, dan lainnya. Setelah dioleskan, wax ditempeli kain kasa lalu ditekan selama beberapa lama.
Proses akhirnya adalah menarik kain kasa yang sudah menempel di bagian tubuh yang ingin di-waxing. Proses menarik itu harus sangat keras agar akar bulu tercerabut dengan sempurna.
Waxing vs Mencukur
Waxing sering menjadi pilihan perempuan atau laki-laki untuk menghilangkan bulu-bulu membandel di tubuh. Pasalnya, dengan waxing, bulu-bulu yang panjang dan tebal akan lebih lama tumbuhnya daripada mencukur.
Diperkirakan bulu akan tumbuh dalam waktu 2-3 minggu setelah waxing. Hal ini tentu berbeda dengan mencukur yang justru membuat bulu tumbuh lebih cepat karena dipangkas tidak sampai akar.
Teknik menarik kain kasa yang menempel di tubuh menggunakan wax juga dapat mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit sehingga kulit bisa lebih mulus dan halus.
Jenis Waxing
Nah, waxing memiliki beberapa jenis, lho! Apa saja?
1. Soft Wax
Soft wax juga sering disebut sebagai strip wax. Waxing jenis ini menggunakan lilin hangat yang dioleskan tipis-tipis di permukaan kulit. Soft wax paling sering digunakan di area kaki dan lengan.
Cara Waxing dengan Metode Soft Wax
Tongkat kayu dioleskan pada lilin hangat.
Oleskan tongkat kayu yang sudah ditempeli lilin hangat ke area kaki atau tangan.
Tutupi daerah yang sudah diolesi lilin hangat dengan kain kasa.
Tekan-tekan dan diamkan sebentar.
Terakhir, tarik kain kasa dari arah yang berlawanan dengan tumbuhnya rambut.
2. Hard Wax
Tidak seperti namanya, hard wax malah tidak terlalu keras dibandingkan soft wax. Hard wax juga cocok bagi kamu yang punya kulit sensitif.
Pasalnya, hard wax tidak menggunakan metode menarik kain kasa dengan keras seperti soft wax. Karena aman untuk kulit sensitif, hard wax biasanya digunakan di area ketiak.
Cara Waxing Menggunakan Metode Hard Wax
Oleskan lilin hangat atau wax dengan tebal pada daerah ketika atau bagian sensitif lainnya.
Diamkan lilin sampai mengeras.
Setelah mengeras, tarik lilin secara perlahan dari bagian tubuh yang diolesi lilin hangat.
Nah, itu dia pengertian waxing dan jenisnya. Tertarik mencoba? (day)
