Bantu Turunkan Berat Badan, 5 Jenis Minyak Sehat yang Cocok untuk Diet

Generasi Milenial
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjalani proses diet, banyak cara yang bisa dilakukan. Seperti rutin olahraga hingga mengkonsumsi makanan sehat. Hal ini dilakukan guna mendapatkan berat badan ideal sekaligus tubuh yang sehat.
Namun, untuk memulai pola hidup sehat tak perlu langsung ekstrem bisa dilakukan secara bertahap. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan minyak yang mengandung lemak jenuh.
Dikutip dari WebMD, lemak sendiri terdapat tiga jenis, yakni lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda, dan lemak tak jenus tunggal.Dari ketiga jenis lemak yang sepatutnya dihindari adalah lemak jenuh.
Lemak jenuh dapat menyumbat arteri yang kemudian meningkatkan kadar kolesterol serta bisa memunculkan risiko penyakit jantung. Biasanya lemak jenuh terdapat pada beberapa jenis minyak seperti minyak kelapa sawit, mentega, dan lemak daging yang umumnya menjadi bahan makanan.
Sebaiknya jika kamu ingin memulai diet, carilah minyak yang memiliki kandungan lemak tak jenus ganda atau yang lebih baik lagi lemak tak jenuh tunggal. Berikut empat jenis minyak yang mengandung lemak tak jenuh. Simak ulasannya.
1. Minyak Zaitun
Olive oil adalah jenis minyak yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, sehingga sangat cocok untuk yang sedang menjalani diet. Namun, minyak zaitun sendiri terdiri dari beberapa jenis.
Jika sedang menjalani diet maka virgin olive oil adalah pilihan yang tepat karena benar-benar mengandung ekstrak zaitun murni tanpa campuran apapun, sehingga ketika dilihat warna minyaknya akan lebih hijau dan kental.
Menurut ahli gizi Amelia Achmadi yang ditemui kumparanFOOD beberapa waktu lalu, minyak zaitun memiliki banyak manfaat salah satunya mencegah jantung koroner. Selain itu, minyak ini menjadi komponen utama bagi mereka yang menjalani diet mediterania yang disebut-sebut sebagai diet paling sehat di seluruh dunia.
2. Minyak kacang
Minyak kacang mengandung lemak tak jenuh tunggal sebanyak 48 persen dan lemak tak jenuh ganda 34 persen. Minyak ini bisa digunakan untuk memasak daging panggang atau jenis masakan lain dengan titik panas yang tinggi.
Minyak kacang mengandung phythosterol yang sehat untuk jantung. Selain itu, lemak nabati di dalamnya juga mampu menurunkan kolesterol dan menghambat pertumbuhan kanker.
3. Minyak Kedelai
Jenis minyak sehat selanjutnya adalah minyak kedelai. Minyak nabati ini mengandung lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Oleh karenanya, jenis minyak ini masih tergolong minyak sehat.
Minyak kedelai memiliki beberapa manfaat seperti mengendalikan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan tulang, dan dapat melawan penyakit Alzheimer.
4. Minyak Kacang Walnut
Minyak walnut merupakan hasil ekstraksi dari kacang walnut yang termasuk dalam salah satu jenis kacang sehat. Kacang ini kaya akan asam lemak, omega-3, vitamin, dan antioksidan.
Minyak walnut bermanfaat menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan mengatur kadar gula darah. Minyak ini juga memiliki kemampuan menurunkan berat badan terutama lemak di perut sehingga sangat membantu bagi kamu yang ingin mendapatkan bentuk yang ideal.
5. Minyak Biji Anggur
Minyak sehat terakhir yang bisa dikonsumsi saat diet adalah minyak biji anggur. Minyak ini mengandung 73 persen lemak tak jenuh ganda dan juga memproduksi jumlah senyawa aldehida yang lebih rendah dari mentega atau lemak daging.
Minyak yang juga dikenal dengan sebutan grapeseed oil ini juga mengandung asam lemak jenuh. Ini membuatnya stabil jika dipanaskan. Eits, tapi tak perlu khawatir.
Asam lemak jenuh dalam minyak ini tidak akan membuatnya mengalami oksidasi sama sekali, kok. Jadi, masih aman jika dikonsumsi sebagai pilihan minyak sehat sehari-hari. (mon)
