Konten dari Pengguna

Begini Jadinya Dunia Ini Andai Manusia Hidup Abadi

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

iPal Robot Humanoid yang dirancang untuk merawat anak-anak di China (Foto: REUTERS/Aly Song)
zoom-in-whitePerbesar
iPal Robot Humanoid yang dirancang untuk merawat anak-anak di China (Foto: REUTERS/Aly Song)

Manusia cepat atau lambat pasti akan meninggal. Hanya, kematian tentu tidak sepenuhnya merupakan hal buruk karena akan dilanjutkan dengan kehidupan lain dari manusia yang baru lahir.

Namun, apa jadinya seandainya manusia bisa hidup abadi? Ada anggapan bahwa kehidupan abadi berarti akan punya waktu lebih banyak dengan orang tercinta, bisa mempelajari berbagai keahlian, atau dapat pula bepergian keliling dunia.

Selain itu, keabadian bisa juga mengeliminasi berbagai masalah dunia penyakit, biaya kesehatan, hingga punya banyak waktu untuk menyelesaikan kesalahan-kesalahan yang sempat diperbuat.

Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Mengutip dari INSH, beberapa perusahaan bioteknologi serta gerakan para miliarder telah mencoba mengembangkan obat penghilang penuaan dan memperpanjang umur sehat hingga tanpa batas.

Dari temuan mereka, memainkan genetika, serta mengurangi asupan kalori terbukti memperpanjang umur lalat, ulat, dan tikus. Hal tersebut dinilai mungkin bisa berlaku juga terhadap manusia.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya percobaan itu, bagaimana jadinya seandainya manusia benar-benar bisa hidup abadi? Apakah tidak akan bosan hidup selama itu?

Bila hidup selamanya, tentu kehidupan sosial akan berubah drastis. Pernikahan akan dilihat sebagai komitmen yang sangat-sangat panjang tanpa akhir. Kemudian, program pensiun bisa dihapuskan.

Ilustrasi jalanan padat. Foto: Novrian Arbi/Antara Foto

Karier selamanya tersebut boleh jadi memiliki efek positif, seperti ekonomi lebih produktif dengan menetapnya pekerja terampil. Namun, nantinya jadi tidak ada regenerasi kaum muda dalam karier.

Stagnasi tersebut tidak akan hanya berdampak pada karier, tetapi juga segi kehidupan lain seperti kemajuan sosial. Waktu yang menjadi tak berharga karena tidak akan habis, bakal berimbas pada banyaknya orang-orang bosan dan tidak bahagia.

Masalah lain dan yang paling penting, populasi akan bertambah besar tapi tidak dengan planet. Orang-orang yang akan semakin banyak bakal membuat Bumi diterpa masalah kelebihan populasi.

Bila angka kematian rendah atau bahkan tidak ada sama sekali, sumber daya akan semakin berkurang dan bahkan habis tak bersisa. Karenanya, keabadian umat manusia bukan sesuatu yang bagus untuk Bumi. (bob)