Bukan 8 Gelas, Berapa Takaran Air Minum yang Diperlukan Tubuh dalam Sehari?

Generasi Milenial
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin kamu sering mendengar mengenai anjuran mengkonsumsi air minum delapan gelas sehari. Sebagian besar panduan kesehatan berupaya untuk memastikan minum air yang cukup.
Hampir 60 persen tubuh manusia terkandung air. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa setidaknya manusia harus minum delapan gelas air putih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan harian agar tubuh tetap terhidrasi.
Namun, nyatanya anjuran ini masih menimbulkan pro dan kontra. Hal ini karena tidak disebutkannya ukuran gelas standar yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan air dalam sehari.
Jadi, sebenarnya berapa banyak tubuh manusia memerlukan cairan agar tidak terkena dehidrasi yang dapat mengancam kesehatan?
Dikutip dari Metro, European Food Safety Authority, menyatakan bahwa kebutuhan harian air mineral dalam tubuh dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya. Laki-laki membutuhkan setidaknya 2 liter air, sedangkan perempuan memerlukan sebanyak 1,6 liter untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.
Ukuran tersebut setara dengan 4 botol air mineral untuk laki-laki. Sementara untuk perempuan memerlukan sekitar 3 botol air mineral.
Selain jenis kelamin, kebutuhan cairan juga dapat berubah karena beberapa faktor. Mulai dari usia, pengaruh aktivitas harian, tempat tinggal, hingga aktivitas seks.
Tidak hanya air putih, minuman lain seperti susu, air, teh, dan jus buah juga dapat menyumbang kebutuhan cairan harian. Yang perlu diperhatikan adalah takaran gula dan kafein yang ada dalam minuman.
Kafein dikenal memiliki sifat diuretik yang akan menyebabkan rasa ingin buang air kecil terus-menerus setelah mengkonsumsinya. Hal ini malah akan menyebabkan tubuh cepat terkena dehidrasi, karena banyaknya cairan yang hilang.
Selain ancaman dehidrasi yang mengintai ketika kekurangan cairan. Ternyata kelebihan cairan juga sangat berbahaya bagi tubuh, lho.
Jika tubuh menerima asupan air yang terlalu banyak, hal itu akan menyebabkan kondisi yang disebut dengan hyponatraemia atau keracunan air yang dapat berujung pada kematian. Gangguan ini dapat menyerang jantung, ginjal hingga otak manusia.
Untuk itu, seorang peneliti dari Monash University di Australia, Michael Farrell mengatakan bahwa tidak perlu terpatok pada ukuran standar mininum cairan yang harus dikonsumsi. Ia menyarankan untuk minum sesuai dengan sinyal tubuh, minum ketika tenggorokan terasa kering. (mon)
