Cara Menanggapi Teman Curhat Saat Kamu Merasa Lelah untuk Meladeninya

Generasi Milenial
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak di antara kita yang memilih membagikan masalah dengan curhat kepada teman atau sahabat yang kita percaya. Selain dapat meringankan apa yang dirasakan, hal ini juga bisa memberikan semangat dan membuat perasaan menjadi lebih tenang.
Banyak di antara kita yang belum mengerti bagaimana cara merespons curhatan teman ketika sedang bercerita agar kita tak hanya menanggapi dengan ucapan sekadar "sabar!" atau "semangat!". Memang benar adanya ketika menghadapi masalah harus sabar dan semangat. Namun, yang kita butuhkan lebih dari itu.
Nah, mulai kini lakukanlah beberapa tips ini ketika menanggapi curhatan teman, termasuk ketika kamu merasa lelah untuk meladeninya agar tidak disalahpahami.
Tidak Perlu Terburu-buru Memberi Nasihat, Tanyakan Dulu Apa yang Dia Butuhkan Saat Ini
Saat teman menceritakan berbagai masalah yang dihadapinya, biasanya kita akan langsung merespons cerita itu. Padahal, hal ini keliru lho. Bisa jadi temanmu itu hanya perlu di dengarkan tanpa harus diberi saran ataupun komentar tentang ceritanya.
Untuk itu, tanyakan dulu apa yang ia butuhkan saat ini. Bisa kita mulai dengan bertanya, "Kira-kira apa yang bisa aku bantu?" atau "Lagi mau didengerin ajakah, atau kamu lagi butuh komentar dan saran?"
Memvalidasi Perasaan Teman agar Dia Merasa Lebih Baik
Dengan membenarkan perasaannya, berarti kamu sedang mencoba mendukung teman yang sedang curhat. Hal ini berarti kamu juga sedang memahami dan merasakan apa yang sedang dialaminya.
Cobalah untuk membayangkan seperti apa kondisimu saat berada di posisinya. Dengan begitu, akan lebih mudah bagimu untuk mengerti perasaannya. Misalnya dengan mengatakan, "Bagaimana perasaanmu?', "Aku juga mungkin akan melakukan itu kalo jadi kamu."
Jika Kamu Sibuk dan Merasa Lelah untuk Merespons Curhatnya, Sampaikan Baik-Baik dengan Alasan yang Logis
Pasti ada saat di mana kita sangat lelah dan ingin bersantai dari aktivitas yang telah dijalani. Tetapi kesempatan tersebut malah diganggu oleh temanmu yang ingin menceritakan masalahnya. Perasaan jengkel dan kesal pasti menguasai hatimu.
Padahal, jika memang sedang tidak ingin diganggu atau merasa lelah, kamu bisa menyampaikannya dengan baik-baik kepada temanmu. Misalnya dengan berkata, "Aku lagi kurang fokus sekarang, khawatirnya nanti responsku gak maksimal. Nanti aja gak apa-apa ya?" atau dengan "Boleh gak kalo kita bahasnya besok? Soalnya aku gak mau ngasal saat merespons kamu."
Menjaga Rahasianya
Sebagai seorang yang dipercaya untuk menjadi tempatnya bercerita, kamu juga harus menjaga kepercayaan yang dia berikan dengan baik. Jagalah rahasia yang dia ungkapkan saat curhat. Ini adalah salah satu bentuk untuk menghargainya.
Meskipun suatu ketika kalian tidak menjadi teman dekat lagi, tetapi kepercayaan harus tetap dijaga. Ini artinya, sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun kamu tidak boleh membagikan curahan hatinya kepada orang lain.
Nah, sekarang kamu sudah tau kan bagaimana cara merespons temanmu saat sedang curhat termasuk ketika kamu merasa lelah untuk meladeninya? (yrs)
