Catat! 3 Hal yang Sebaiknya Tidak Perlu Ada dalam CV

Generasi Milenial
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buat kamu para pejuang pencari kerja, curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup itu ibarat tiket agar kamu dilirik oleh perusahaan yang kamu lamar. Jika CV kamu baik, peluang masuk ke proses rekrutmen awal menjadi lebih besar.
Nah, dalam pembuatan CV, kita harus melengkapi data diri sesuai kualifikasi yang dibutuhkan Perusahaan. Contohnya, seperti keahlian, pengalaman bekerja, sampai alamat tinggalmu.
Namun, tahukah kamu, ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu ada dalam CV atau curriculum vitae. Apa saja?
1. Menuliskan Alamat Lengkap
Saat menulis CV, sebenarnya sah-saha saja kamu mencantumkan alamat tempat tinggalmu. Namun, jangan sampai lengkap banget seperti saat kamu akan mengirim paket. Cukup tulis alamat yang spesifik saja. Misalnya Pondok Ungu, Bekasi.
2. Riwayat Pendidikan yang Terlalu Detail
Bagi kamu yang baru saja lulus, kamu dapat menuliskan pendidikan terkahir. Tidak perlu menuliskan riwayat pendidikan dari TK, SD, dan SMP. Riwayat pendidikan yang perlu kamu cantumkan cukup dua jenjang pendidikan formal terakhirmu saja.
Namun, menambahkan riwayat pendidikan non-formal juga perlu jika itu berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
3. Mencantumkan Keahlian dengan Rating
Banyak ditemukan CV yang mencantumkan keahlian menggunakan rating bintang. Sebenarnya itu tidak perlu. Jelaskan secara detail saja, apa keahlianmu. Tapi ingat, jangan sampai melebih-lebihkannya jika kamu tidak mampu dibidang itu.
Sebab, keahlian yang kamu tulis akan diuji sebelum benar-benar masuk ke sebuah perusahaan. Di sini akan terlihat apakah penilaian terhadap keahlian yang kamu miliki merupakan faktual dan objektif. Oleh karenanya, tulislah keahlian yang kamu miliki dengan sejujur-jujurnya.
Itulah sederet ulasan mengenai hal-hal yang tidak perlu kamu cantumkan dalam CV untuk melamar pekerjaan. Selamat mencoba dan berkarya, ya! (daa)
