Konten dari Pengguna

Cecil, Hotel Angker yang Jadi Langganan Para Pembunuh Keji di Amerika

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hotel Cecil, Los Angeles Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Hotel Cecil, Los Angeles Foto: Wikimedia Commons

Cerita tentang hotel angker rupanya tidak hanya ada di film. Di dunia nyata, hotel yang disebut berhantu tersebut ada di beberapa tempat. Salah satunya di Amerika.

Adalah Hotel Cecil. Hotel yang berada di Los Angeles, Amerika Serikat ini jadi saksi bisu kematian belasan sampai puluhan nyawa akibat pembunuhan sadis. Selain itu, hotel tersebut juga sering menjadi tempat singgah para pembunuh dan penjahat kelas kakap di Amerika.

Masa Awal Hotel Cecil

Hotel Cecil, Los Angeles Foto: Wikimedia Commons

Hotel Cecil dibangun oleh seorang pria bernama William Banks Hanner pada tahun 1924. Awalnya, Hanner bermaksud membangun hotel untuk para pengusaha internasional dan elite sosial. Ia menghabiskan Rp14,2 miliar untuk mempercantik bangunan itu dengan marmer, jendela, pohon palem impor, dan patung alabaster.

Dua tahun berselang, dunia masuk dalam periode great depression. Pada masa itu, terjadi krisis ekonomi besar-besaran di berbagai negara, khususnya Amerika Serikat. Kondisi tersebut berdampak pada keberlangsungan Hotel Cecil dan daerah di sekitarnya.

Bangunan yang dulunya indah tersebut berubah menjadi tempat persembunyian bagi para penjahat. Tak hanya itu, berbagai kematian yang tidak masuk akal di hotel tersebut membuat Hotel Cecil dijuluki hotel paling angker di Los Angeles.

Deretan Kematian Misterius di Hotel Cecil

video youtube embed

Pada tahun 1931, kematian misterius pertama kali ditemukan di Hotel Cecil. Jasad pria ditemukan di sebuah kamar dan diperkirakan sudah berada di sana lebih dari seminggu. Tidak diketahui apa penyebab kematiannya.

Tiga belas tahun kemudian, tepatnya tahun 1944, seorang wanita berusia 19 tahun melemparkan bayinya yang baru lahir dari jendela hotel.

Ada pula wanita yang tewas ditikam dan dicekik di kamarnya pada tahun 1964. Namun, tidak ada yang dihukum dari kejahatan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, berbagai pembunuhan terjadi di Hotel Cecil. Pada tahun 1985, pria bernama Richard Ramirez melakukan "pesta" pembunuhan di sebuah kamar. Disusul oleh seorang pembunuh berantai asal Austria, Jack Unterweger, yang melancarkan aksinya di hotel tersebut pada tahun 1991.

Kematian terbaru di hotel ini terjadi pada 2013 lalu. Seorang mahasiswi asal Kanada bernama Elisa Lam ditemukan tewas secara misterius di tangki air setelah dinyatakan hilang selam tiga minggu.

Mayatnya baru ditemukan setelah petugas pemeliharaan menindaklanjuti keluhan para tamu hotel terkait air yang berbau dan berwarna.

Polisi setempat menutup kasus tersebut dengan menyatakan bahwa Elisa Lam meninggal karena tenggelam. Namun, para ahli meragukan kesimpulan tersebut. Hal ini karena dalam rekaman CCTV, Elisa Lam tampak ketakutan dan berlari menjauhi sosok yang tak terlihat. Ia juga menekan tombol lift dengan panik dan melambaikan tangan.

Setelah rekaman CCTV tersebut beredar, banyak orang semakin percaya bahwa hotel tersebut memang angker.

Kini, Hotel Cecil berganti nama menjadi Stay on Main pada tahun 2011. Namun, tanda, interior, dan bangunan luarnya tetap seperti Hotel Cecil pada awalnya. Selain itu, pada tahun 2017, hotel ini menjadi landmark di Los Angeles. (mit)