Konten dari Pengguna

Detak Jantung Janin Bisa Prediksi Jenis Kelamin Bayi, Benarkah?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemeriksaan USG. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan USG. Foto: Pixabay

Ibu hamil pasti pernah mendengar rumor mengenai cara mendeteksi jenis kelamin janin. Salah satunya adalah dengan melihat jumlah detak jantungnya.

Jika jumlahnya kurang dari 140 kali per menit, artinya ibu sedang mengandung bayi laki-laki. Sementara itu, bayi perempuan ditandai dengan detak jantung lebih dari 140 kali per menit.

Namun, apakah hal itu benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah?

Ilustrasi janin. Foto: Pexels

Sejumlah penelitian medis membuktikan bahwa mendeteksi jenis kelamin bayi melalui detak jantung janinnya hanyalah mitos belaka. Faktanya, detak jantung janin yang normal bisa berubah antara 120 sampai 160 kali per menit.

Karena fluktuatif, detak jantung janin tidak bisa menjadi indikator untuk memprediksi jenis kelamin bayi.

Namun, ibu tak perlu risau. Jika ingin mengetahui jenis kelamin bayi, ibu dapat melakukan serangkaian tes, seperti tes DNA, tes genetik, dan pemeriksaan USG pada usia kehamilan 18 minggu. (mit)