Konten dari Pengguna

Hati-Hati, Ini 5 Ciri Undangan Interview Palsu

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Di era yang serbacanggih seperti saat ini, banyak sekali para pencari kerja yang terjebak pada panggilan interview palsu atau penipuan baik itu yang melalui dari SMS, telepon, WhatsApp, email, atau yang lainnya.

Apalagi di musim pandemi Covid-19 yang mana semua orang memerlukan pekerjaan. Tak jarang, hal ini justru digunakan oleh oknum untuk berkesempatan menipu para pencari kerja.

Berikut ini adalah ciri penipuan lowongan kerja. Simak yuk agar kamu lebih berhati-hati.

Posisi Kerja yang Tidak Jelas

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Biasanya, ketika sebuah perusahaan membutuhkan karyawan baru maka pasti sudah tersedia posisi yang dibutuhkan untuk para pekerja baru. Sehingga sewaktu pemanggilan interview, kandidat yang terpilih akan mengetahui bahwa ia dipanggil untuk posisi yang ia lamar, atau bila keahlian kandidat sesuai dengan posisi lain, maka HRD akan menginformasikan.

Namun jika surat undangan interview tidak menyebutkan posisi atau lowongan yang dibutuhkan. Maka, kamu perlu waspada dan berhati-hati, ya.

Email Perusahaan Tidak Resmi

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Setiap perusahaan biasanya memberikan informasi dengan jelas seperti email yang digunakan. Perekrutan pekerja baru biasanya juga menggunakan e-mail resmi perusahaan beserta domainnya. Misalnya, lowongankerja@domainperusahaan.com.

Jika kamu mendapatkan lowongan kerja menggunakan e-mail dengan nama yang tidak sesuai dengan perusahaan yang kamu lamar. Maka kamu harus waspada. Pastikan kembali lowongan kerja dengan mengunjungi situs resmi perusahaan atau mencari media sosial perusahaan tersebut.

Tata Bahasa Kurang Baku

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Undangan interview palsu biasanya sering ditulis apa adanya, sehingga tatanan bahasa yang digunakan pun berantakan dan tidak sesuai dengan yang semestinya. Tidak jarang banyak typo dan ejaan yang salah pada deskripsi undangan yang ditulis.

Jadi penting untuk cermat dan teliti saat membaca undangan interview yang kamu dapatkan. Jika bahasa yang digunakan aneh, maka hal itu patut dicurigai.

Lokasi Interview Bukan Lokasi yang Sebenarnya

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Sebuah perusahaan yang membutuhkan pekerja baru pasti selalu mencantumkan nama perusahaan, dan biasanya disertakan pula alamat lengkap. Bila di dalam info lowongan tersebut tidak mencantumkan alamat, maka kamu bisa inisiatif untuk mencarinya di situs pencarian ataupun melalui aplikasi maps.

Nah, apabila lokasi interview yang tertulis tidak sesuai dengan alamat perusahaan maka hal ini patut untuk dipertanyakan kembali keasliannya, ya.

Dimintai Sejumlah Uang

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Biasanya lowongan kerja palsu akan meminta sejumlah uang dengan embel-embel biaya administrasi kepada korbannya. Lowongan kerja asli tidak pernah memungut biaya apalagi meminta kamu untuk transfer uang. Instansi baik swasta maupun pemerintah tidak pernah membebankan biaya apapun pada pelamar kerja.

Jika kamu diminta mentransfer sejumlah uang saat melamar pekerjaan, segera batalkan lamaran tersebut, karena sudah dipastikan hal tersebut penipuan berkedok lowongan kerja.

Jadi, di zaman yang semakin canggih ini kamu bisa memanfaatkan internet untuk mencari tau kebenaran dan informasi dari lowongan kerja yang akan kamu lamar. Jangan sampai tertipu ya, harus selalu berhati-hati. (yrs)

_____

Temukan tempat baru untuk ngumpul online di Ngumpar. Ada beragam komunitas sesuai minat, beragam informasi seru, dan beragam sudut pandang. Penasaran berdiskusi dan berinteraksi di Ngumpar? Coba sekarang!

embed from external kumparan