Konten dari Pengguna

Jangan Anggap Sepele, Ini Alasannya Tak Boleh Letakkan Helm Motor di Spion

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi helm ditaruh di spion sepeda motor. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi helm ditaruh di spion sepeda motor. Foto: Pixabay

Ketika sampai di tempat tujuan, kebanyakan para pengendara motor akan menaruh helm di spion. Bukan tanpa alasan, sebab spion sepeda motor seolah menjadi tangkai yang paling cocok dan mudah untuk menaruh helm.

Kebiasaan itu seolah refleks dilakukan begitu saja oleh hampir setiap pengendara motor. Namun, pernahkah terpikirkan sebenarnya hal itu bisa berakibat buruk pada helm atau enggak sih jika terus dilakukan?

Lapisan EPS atau Expanded Polystyrene/Styrofoam merupakan komponen helm yang paling penting. Bentuknya seperti gabus/styrofoam dan bisa berwarna hitam atau putih. Ketika helm terus mendapat perlakuan seperti ini, lapisan EPS akan rusak secara perlahan.

Lapisan inner shell helm Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Kusnadi Naim, salah satu penggawa komunitas Belajar Helm mengungkapkan, memang efeknya tidak langsung dirasakan oleh pemilik helm. Sebab, kerusakannya tidak kasat mata.

"Sebenarnya efeknya enggak terlalu besar banget. Tapi, EPS jadi luka karena tertekan oleh ujung spion. Busa juga ikut tertekan dan jadi gampang kempes," kata Kusnadi Naim.

Bila EPS sudah tertekan dalam waktu yang lama, bentuk EPS yang semula berupa gabus akan berubah menjadi pipih. Hal ini membuat EPS kehilangan kemampuan dalam meredam energi benturan besar ketika sewaktu-waktu terjatuh.

Ilustrasi helm ditaruh di spion sepeda motor. Foto: Pixabay

Tak hanya lapisan EPS, kata Kusnadi, busa helm yang berperan sebagai komponen pelapis juga bisa rusak. Gejalanya sama seperti EPS, kalau lama-kelamaan tertekan busanya menjadi lembek dan bisa mengurangi kenyamanan saat mengenakan helm.

Tak hanya berdampak pada sisi kenyamanan dan keselamatan pemakai, meletakkan helm di spion motor juga berisiko dari segi keamanan helm itu sendiri. Helm yang hanya diletakkan di spion mudah dicuri orang.

"Maka perilaku tersebut (meletakkan helm di spion) tidak disarankan," tambah Kusnadi.

Bagasi BMW C400X, ilustrasi bagasi motor yang terisi helm full face Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Langkah terbaik dalam menyimpan helm adalah memasukkannya pada kantung helm yang telah disediakan pabrikan, sesudah melepaskan helm. Selain permukaan batok bisa terlindungi, juga terhindar dari berbagai macam kotoran dan debu.

Setelah itu, helm bisa disimpan pada bagasi apabila kapasitasnya cukup menyimpan helm. Selain itu, bisa juga dengan meletakkan helm pada permukaan yang datar juga pada rak yang dimensinya muat helm biar kondisinya tetap baik.

Jangan salah-kaprah lagi, ya! (bel)