Konten dari Pengguna

Kenapa Orang dalam Kondisi Mabuk Bisa Berkata Lebih Jujur?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mabuk. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mabuk. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kenapa orang yang dalam kondisi mabuk alkohol bisa berkata lebih jujur? Tentu ini dapat menjadi senjata makan tuan jika sampai orang yang mabuk tersebut mengatakan rahasia atau suatu hal yang sangat memalukan. Itu bisa menjadi bahan olok-olokan dan berujung pada penyesalan.

Rupanya alasan kenapa orang dalam kondisi mabuk yang bisa berkata lebih jujur ini bisa dijelaskan lho, gaes. Dirangkum dari berbagai sumber, begini penjelasannya.

Faktor Euforia dari Alkohol

Ilustrasi mabuk. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ketika dalam kondisi mabuk alkohol, seseorang dianggap berada di ambang kesadaran dan ketidaksadaran. Hal inilah yang membuat orang tersebut bisa mengatakan kejujuran, berperilaku aneh, hingga bertingkah jenaka.

Apalagi, di tahap ini, seseorang yang telah mengkonsumsi miras sekitar 0,03 hingga 0,12 persen akan membuat kepercayaan diri meningkat. Ditambah, kemampuan motorik atau gerak tubuh juga menurun akibat pengaruh alkohol.

Tak ayal, pengungkapan dengan kata-kata dianggap lebih dominan hingga membuat seseorang banyak mengungkapkan hal aneh yang tidak pernah ia sampaikan.

Tahap Excitement atau Kehilangan Kemampuan Koordinasi

Ilustrasi Mabuk. Foto: Shutterstock

Ketika mengkonsumsi alkohol sekitar 0,09 sampai 0,25 persen, sebagian orang bisa kehilangan kemampuan koordinasi. Emosi juga nggak terkontrol, pandangan kabur, dan mengantuk.

Nggak jarang, di tahap ini, orang yang dalam kondisi mabuk akan meluapkan kekesalannya, baik dari perkataan maupun melalui tindakan. Perkataan-perkataan yang belum pernah disampaikan bisa diungkapkan begitu saja.

Confusion atau Mengalami Kebingungan

Ilustrasi Mabuk. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Seseorang dalam kondisi mabuk ternyata mengalami kebingungan dengan dirinya sendiri. Di tahap kadar alkohol dalam darah mencapai 0,30 persen, mereka akan meluapkan emosi sejadi-jadinya.

Di tahap ini, mereka bisa saja mengungkapkan unek-unek secara jujur. Termasuk berkaitan dengan hal-hal atau masalah yang selama ini dipendam dan menjadi rahasianya sendiri.

Namun, nggak semua orang yang dalam kondisi mabuk alkohol bisa berkata banyak hal dengan lebih jujur, gaes. Karena ada juga tipe pemabuk yang lebih banyak mendengarkan celotehan orang. (fre)