Konten dari Pengguna

Kenapa Sih Orang Suka Marah-Marah Saat Main Game?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bermain game. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermain game. Foto: Shutter Stock

Emosi yang meluap sehingga menyebabkan amarah kerap kali muncul ketika bermain video game. Bisa ketika nyaris berhasil tapi akhirnya gagal di penghujung babak, atau juga kala ada rekan yang membuat tim menjadi kalah.

Meluapnya emosi ketika main game bisa menyebabkan dua kemungkinan. Pertama, orang tersebut akan menyadari sehingga berusaha untuk menenangkan diri. Kedua, berakhir stres dan berteriak kencang atau mengumpat.

Bila masuk ke kemungkinan pertama, maka orang tersebut mungkin tahu cara mengontrol emosi ketika terjadi yang tak diinginkan saat main game. Namun, kalau masuk ke kategori kedua, bisa berakhir menjadi amarah.

Ilustrasi suami yang sedang main game online. Foto: Shutterstock

Mengutip dari Plarium, alasan seseorang mengalami emosi atau marah ketika main game sebenarnya tidak jauh beda dengan emosi-emosi lain. Hal tersebut umumnya berakar dari merasa tidak cukup baik atau tersakiti.

Terutama ketika bermain game yang kompetitif, rata-rata pemain game yang memiliki gairah bermain yang tinggi bisa berujung pada amarah kala yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan.

Pemicu emosi ketika bermain game bisa bermacam-macam. Seperti yang disebutkan sebelumnya, rekan yang menjadi beban atau kegagalan ketika nyaris menang bisa menjadi alasannya. Kebanyakan adalah karena performa ketimbang konten game.

Gejala seseorang mengalami marah ketika bermain game adalah ketika pikiran mulai tak bisa dikendalikan. Sering kali juga karena detak jantung yang meningkat, pernapasan lebih cepat, kadang bergetar, dan rasa marah yang jelas.

Ilustrasi main game. Foto: Pixabay

Guna mengatasi kebiasaan marah-marah kala main game, ada beberapa cara, di antaranya berhenti sejenak, mengurangi tingkat kesulitan, jadikan momen tersebut untuk belajar, alihkan amarah ke hal lain, hingga minta bantuan.

Sementara untuk menghindari rasa marah, perlu untuk seseorang mengidentifikasi apa yang membuatnya marah. Buat yang bermain bersama, bisa menanyakan kepada teman mengenai alasannya.

Terpenting adalah, amarah saat bermain game bukan berarti diselesaikan dengan berhenti total. Alih-alih berusaha menghapus perasaan negatif, bisa mencoba dengan mengingat alasan bermain game adalah untuk bersenang-senang. (bob)