Kondisi Rhesus Ibu Hamil Dapat Pengaruhi Keselamatan Janin, Begini Penjelasannya

Generasi Milenial
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rhesus adalah kadar protein khusus atau antigen D pada permukaan sel darah merah. Namun, tidak semua orang memilikinya. Orang yang memiliki rhesus disebut rhesus positif (Rh+), sedangkan orang yang tidak memilikinya disebut rhesus negatif (Rh-).
Ibu hamil dapat memiliki rhesus yang berbeda dengan janinnya. Hal itu bisa disebabkan oleh rhesus ayah yang berbeda dengan rhesus ibu. Untuk mengetahuinya, ibu dapat mengikuti tes Coombs yang menunjukkan hasil berikut ini.
Ibu rhesus positif dan ayah rhesus positif, kondisi janin pasti rhesus positif dan tidak bermasalah
Ibu rhesus negatif dan ayah rhesus negatif, kondisi janin pasti rhesus negatif dan tidak bermasalah
Ibu rhesus positif dan ayah rhesus negatif, kondisi janin bisa rhesus positif atau negatif dan tidak bermasalah
Ibu rhesus negatif dan ayah rhesus positif, kondisi janin bisa rhesus positif atau negatif dan kemungkinan akan terjadi masalah
Lantas, apa masalah yang terjadi jika rhesus ibu dan janin berbeda? Berikut penjelasannya.
Risiko Perbedaan Rhesus Ibu dan Janin
Jika rhesus ibu negatif dan rhesus janin positif, kondisi tersebut akan memicu reaksi inkompatibilitas rhesus. Antibodi dalam tubuh ibu berisiko merusak sel darah merah janin dan bisa membahayakan kesehatannya.
Jika hal tersebut terjadi, ibu berisiko mengalami kehamilan ektopik atau keguguran. Selain itu, janin yang dikandungnya juga rentan mengalami penyakit kuning dan anemia saat lahir nanti.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Risiko tersebut dapat dicegah dengan melakukan penyuntikan anti-D atau injeksi immunoglobin pada ibu hamil, Suntikan tersebut berfungsi untuk mencegah terbentuknya antibodi dalam tubuh ibu dan melindungi sel darah merah janin. Antibodi tersebut akan tetap ada, proses pembentukannya saja yang dihambat.
Setelah itu, dokter akan memantau kesehatan janin secara berkelanjutan. Jika terdeteksi adanya anemia, janin perlu diberi transfusi darah. Kemungkinan lainnya, janin yang membutuhkan perawatan intens harus segera dilahirkan melalui operasi caesar.
Perbedaan rhesus ibu dan janin memang berisiko membahayakan kesehatan janin. Oleh karena itu, segera periksakan hal itu ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. (mit)
