Kopi Jadi Teman Paling Enak Buat Merokok? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Generasi Milenial
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika merokok, kebanyakan orang suka ditemani dengan secangkir kopi. Keduanya bahkan sudah seperti pasangan yang pas dan tak terpisahkan, terutama untuk memulai aktivitas sehari-hari.
Walau sudah jadi kebiasaan kebanyakan perokok, tapi masih hanya segelintir yang mengetahui sebab kopi menjadi teman paling cocok ketika merokok. Hal tersebut juga ternyata sudah ada penelitiannya, lho.
Mengutip studi dari University of Florida, dijelaskan secara ilmiah dalam jurnal Neuropharmacology bahwa senyawa kimia pada biji kopi panggang mampu meringankan efek mengidam nikotin.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah berbasis sel. Dari sana, mereka mampu mengidentifikasi dua senyawa kopi yang sepertinya memengaruhi reseptor nikotin tertentu yang sangat sensitif di otak secara langsung.
Seorang profesor farmakologi dari University of Florida College of Medicine, Roger L. Papke, sempat membahas mengenai hal tersebut sebelum penemuannya diuji coba terhadap manusia.
"Banyak orang suka kafein pagi hari, tapi ada molekul lain di kopi yang mungkin menjelaskan kenapa perokok menginginkan kopi," ujarnya.
Riset tersebut jadi langkah besar dalam memahami tentang bagaimana kafein dan nikotin bekerja sama memengaruhi reseptor. Peneliti mengujinya dengan biji kopi panggang cenderung gelap ke sekelompok sel, mengekspresikan reseptor nikotin manusia.
Didapati dari pengujian tersebut, senyawa kimia organik spesifik dalam kopi dapat memulihkan disfungsi reseptor nikotin, yang notabene jadi penyebab hasrat seseorang pada nikotin.
Senyawa kopi itu disebut Papke sebagai n-MP, mampu membantu menekan ngidam kopi di pagi hari. Cara kerjanya adalah dengan senyawa tersebut memulihkan disfungsi reseptor nikotin.
Gagasan bahwa kebanyakan perokok menggabungkan nikotin dan kopi di pagi hari, kemudian alkohol malamnya, juga membuat Papke tertarik. Namun, tak seperti efek alkohol yang sudah punya banyak bukti, kepada kopi hipotesisnya belum sekuat itu.
"Banyak yang mencari kopi di pagi hari karena kafein. Tapi apakah kopi punya efek lain pada perokok?" kata Papke. "Kami masih perlu tahu perihal apa ada hal lain dalam kopi yang memengaruhi reseptor nikotin otak," lanjutnya. (bob)
