Konten dari Pengguna

Love Language Apa, Sih, yang Sebenarnya Paling Disukai Cowok?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan staycation. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan staycation. Foto: Shutterstock

Tren "challenge drop your love language" lagi hype di medsos, nih, Gaes. Tren ini banyak diikuti anak-anak muda, especially para cewek. Mereka membagikan hasil kuis love language test masing-masing melalui medsos, khususnya lewat Instagram Story. Maybe, termasuk kamu salah satunya.

Kuis ini memungkinkan kita mengetahui bagaimana kecenderungan kita menyampaikan cinta dengan pasangan. Ada lima bahasa cinta dalam kuis tes ini. Di antaranya yaitu word of affirmation, physical touch, quality time, receiving gift, dan acts of service.

Nah, dari tes kuis ini kita bisa tahu, sebenarnya love language apa yang kita miliki. Lantas, bagaimana kalau mau tau love language yang disukai cowok? Sebenarnya cowok itu lebih suka cewek dengan bahasa cinta yang bagaimana, sih?

Sayangnya, nggak ada aplikasi khusus yang memungkinkan kita mengetahuinya. Eitss, tapi tenang dulu. Ada sebuah studi, nih, yang mencoba mengungkapnya. Simak baik-baik ya!

The winner is…

Ilustrasi Makan Bareng Pasangan Foto: Dok. Shutterstock

Selamat buat kamu para cewek yang love language pertamanya adalah acts of service. Mengutip Elite Daily, sebuah studi menyebut ternyata para cowok itu merasa kalau action speak louder than words.

Jadi, doi akan lebih suka, nih, kalau kamu menunjukkan cinta dengan melakukan suatu hal, bukan sekadar omdo. Seperti misalnya bantuin ngerjain tugas, ngasih surprise ultah, bikinin bekal, dan masih banyak lagi.

Juara keduanya…

Selamat juga, nih, buat sobat-sobat yang love language-nya quality time. Artinya, para cowok tuh paling suka “shoulder-to-shoulder time” sambil berkeluh kesah tentang perasaannya. Atau, bahkan untuk sekadar menghabiskan waktu dengan berkegiatan bareng.

Tapi, quality time ini bisa dibilang yang paling demanding, sih, dibandingin tipe love language lainnya. Soalnya dia kerap nuntut menghabiskan waktu berkualitas bersama.

Jadi, jangan sampai kamu cuekin dia pas lagi bersama. Doi paling nggak suka kalau kamu cuekin pas lagi nge-date dengan sibuk main HP sendiri. Apalagi kalau kamu tiba-tiba membatalkan janjian sama doi.

Bagaimana dengan physical touch?

Ilustrasi pasangan yang sedang berkencan. Foto: Shutterstock

Dalam sebuah studi yang dilakukan Hinge, ternyata cowok nggak terlalu suka dengan cewek yang love language pertamanya physical touch. Bagi mereka, sentuhan fisik bukanlah cara tercepat untuk mengkomunikasikan dan mengekspresikan perasaan cinta.

So, cowok nggak terlalu suka cewek yang bahasa cintanya diekspresikan secara blak-blakan melalui sentuhan fisik seperti pelukan, pegangan tangan, ataupun sekadar sentuhan-sentuhan kecil saat lagi ngobrol bareng. Nah, ini malah jadi flip side-nya para cewek yang justru butuh cowok dengan love language tersebut.

Memahami love language pasangan itu penting!

Jangan-jangan selama ini sebenarnya bukan kita nggak cocok sama doi. Tapi, karena kita yang nggak memahami bahasa cintanya doi. Jangan-jangan selama ini doi sudah berusaha menunjukkan bahasa cintanya. Tapi, kitanya aja yang nggak peka dan salah memahami.

Oleh karena, wajib banget bagi kita untuk mengenal love language pasangan. Bagaimana caranya?

Kenali pasangan lebih dalam. Nah, kamu bisa mencari tau sebenarnya apa, sih, yang membuatnya merasa dicintai dan terpenuhi dalam hubungan. Seperti apa yang bikin dia bahagia dan yang nggak, apa yang diinginkannya dalam hubungan, dan bagaimana dia ingin diperlakukan dalam hubungan.

Pelajari bahasa cinta pasangan. Tapi, sebelum mempelajarinya, kamu mesti tau sebenarnya apa tipe bahasa cinta pasangan terlebih dulu, Gaes. Nah, kamu bisa ngajak pasangan untuk mengisi kuis love language secara online untuk mengetahui bahasa cinta masing-masing.

Misalnya dari kuis itu diketahui love language pasangan kita ternyata words of affirmation. Nah, cobalah untuk sering-sering menyampaikan ungkapan kasih sayang dan apresiasi ke doi. Contoh sederhananya yaitu ngomong “i love you” sebelum tidur.

Love language kita beda dengan pasangan?

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock

Setelah mencari tahu love language pasangan, bagaimana jika ternyata tipe bahasa cinta kita berbeda sama pasangan? No problem, Sob. Kamu bisa mendiskusikan perbedaan itu sama pasangan.

Kalian bisa saling bicara, sebenarnya penginnya, tuh, diperlakukan seperti apa, sih, oleh masing-masing? Dengan begitu tingkat kepuasan kamu dan pasangan dalam hubungan akan jauh meningkat. Percaya deh!

Misalnya, nih. Kamu punya love language quality time, sedangkan pasanganmu physical touch. Nah, kamu bisa belajar bagaimana memberikan sentuhan-sentuhan dengan baik dan sopan tentunya. Sebaliknya, pasangan kamu bisa belajar menghargai waktu saat bersamamu.

Nggak kalah penting!

Tapi, yang nggak kalah penting, Gaes, kita juga wajib mengerti dan memahami love language kita sendiri. Pahami love language-mu sebelum memahami bahasa cinta pasanganmu.

Apakah kamu termasuk tipe love language physical touch, quality time, word of affirmation, acts of service, atau receiving gift? Chose your fighter! But

Whatever your love language, be yourself matters! Tetaplah jadi dirimu sendiri, Gaes!