Konten dari Pengguna

Memelihara Kucing, Berbahayakah Bulunya bagi Ibu Hamil?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hamil dan kucing. Foto: Pexels/Vlada Karpovich
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dan kucing. Foto: Pexels/Vlada Karpovich

Pernahkah kamu mendengar kalau bulu kucing berbahaya bagi ibu hamil?

Banyak kabar burung yang beredar bahwa bulu kucing dapat menyebabkan keguguran, bahkan membuat wanita jadi mandul. Namun, apakah hal tersebut benar?

Bahaya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil

Ilustrasi kucing. Foto: Pixabay

Kucing yang tidak terawat dalam membawa parasit T.gondii. Parasit tersebut bisa berasal dari interaksinya dengan kucing atau hewan lain dan makanan yang dikonsumsinya. Ibu hamil yang terkena bulu kucing tersebut berisiko terkena toksoplasmosis, yaitu infeksi yang menimbulkan gejala demam, nyeri otot, dan sakit kepala.

Selain itu, bulu kucing juga dapat menimbulkan alergi bagi ibu hamil yang memiliki imun tubuh rendah. Salah satunya adalah memicu gejala asma.

Apakah Ibu Hamil Tidak Boleh Memelihara Kucing?

Ilustras ibu hamil. Foto: Pixabay

Sebenarnya, boleh-boleh saja jika ibu hamil memelihara kucing. Memiliki hewan peliharaan bahkan bisa menurunkan tingkat stres. Namun, ibu hamil dengan riwayat alergi atau asma perlu lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan kucing.

Sebaiknya, kurangi memegang kucing secara langsung. Jika telanjur memegang, segeralah untuk cuci tangan. Jauhkan pula kucing dari kamar tidur ibu. Selain itu, mintalah orang lain untuk memandikan kucing dan membersihkan kandangnya. (mit)