Konten dari Pengguna

Mengapa Orang Terkadang Sering Panik Ketika Mengangkat Telepon?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Photo by Sunyu Kim from Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Photo by Sunyu Kim from Pexels

Tak semua orang senang atau biasa-biasa saja ketika mengangkat telepon. Tahukah kamu, ada lho orang yang cenderung panik saat mengangkat telepon. Bahkan, tak sedikit juga yang menganggap hal tersebut merupakan momen mendebarkan hingga selalu menghindarinya.

Lalu, mengapa, ya, hal tersebut terjadi? Padahal, mengangkat telepon itu bukanlah hal yang berbahaya. Kenapa harus panik, ya? Simak penjelasan berikut!

Mengidap Phone Anxiety atau Telephobia

Menurut penelitian, orang yang sering atau cenderung panik ketika mengangkat telepon seseorang dinilai mengidap phone anxiety atau telephobia. Artinya, orang tersebut tidak bersedia atau takut berbicara melalui telepon.

Ilustrasi dok mentatdgt/pexels

Dengan begitu, ketika seseorang menghubungi nomor telepon orang yang bersangkutan, ia cenderung tidak akan mengangkatnya. Sebab, hal tersebut dianggap sangat membuat dirinya tidak nyaman lantaran tidak terbiasa ngobrol lewat telepon atau ponsel.

Tak ayal, orang yang mengidap phone anxiety atau telephobia selalu menghindari mengangkat telepon. Bahkan, mereka cenderung grogi, gelisah atau cemas. Terlebih, menurut mereka ngobrol melalui telepon hal yang sangat mendebarkan.

Punya Sifat Pemalu Akut

Menurut para akar, semua orang pasti memiliki sifat malu. Namun, sebagian orang ada juga yang memiliki sifat pemalu ekstrem atau sering disebut akut. Bahkan, orang tersebut dianggap tidak suka mengobrol dengan orang lain baik tatap muka maupun lewat telepon.

Ilustrasi pemalu. Foto: pixabay.com

Dalam kasus malu berbicara lewat telepon, orang-orang ini dianggap merasa bingung hingga tidak siap ketika berbicara melalui telepon, ponsel, dan lain sebagainya. Pasalnya, momen tersebut membuat mereka bingung berbicara dan merasa deg-degan.

Tak ayal, mereka sering menolak atau membiarkan ponsel aberdering karena memang tidak siap berbicara. Di samping itu, sifat pemalu yang berlebihan makin membuat orang tersebut enggan mengangkat telepon.

Lebih Nyaman Chatting-an

Ada lho orang yang ternyata malu hingga menganggap teleponan merupakan hal membosankan atau membuang waktu. Pasalnya, mereka mereka lebih senang atau nyaman ngobrol melalui chat atau chatting-an ketimbang teleponan.

Ilustrasi chatting-an. Foto: Shutter Stock

Kebiasaan chatting-an setiap hari membuat mereka seakan tabu dengan hal berbicara atau ngobrol melalui telepon atau ponsel. Apalagi, rasa candu dan kenyamanan membuat diri tidak siap ketika berbicara lewat telepon dan cenderung membiarkan.

Meski tak dimungkiri, dalam keadaan terdesak, mereka akan mengangkat telepon. Namun, ketika ngobrol dalam waktu cukup lama, hal tersebut sangat dihindari.

Begitulah penjelasan ilmiah atau fakta mengenai orang panik ketika mengangkat telepon. (fre)