Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Calistung dan Tips Mengajarkannya pada Anak

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips Ajari Anak Calistung ala Franka Makarim Foto: Instagram @nadiemmakarim
zoom-in-whitePerbesar
Tips Ajari Anak Calistung ala Franka Makarim Foto: Instagram @nadiemmakarim

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa anak usia dini merupakan fase emas dalam tumbuh kembang anak. Mulai dari pengembangan motorik, kognitif, bahasa, hingga pengenalan lingkungan sekitar, ya.

Dari segi usia, anak usia dini ini memiliki rentang antara 3-6 tahun. Tentunya, pada usia tersebut anak-anak begitu aktif bemain serta belajar. Nah, di momen inilah orang tua bisa mulai mengajarkan calistung pada anaknya masing-masing.

Tapi, apa itu calistung? Berikut ulasan lengkapnya beserta tips mengajarkan calistung pada anak-anak.

Apa Itu Calistung?

Tips Ajari Anak Calistung ala Franka Makarim Foto: Freepik

Calistung merupakan singkatan dari baca, tulis, dan hitung. Ya, calistung merupakan kegiatan belajar yang berkaitan dengan ketiga konsep tersebut. Nantinya, kemampuan calistung ini yang akan jadi modal untuk bisa berkembang dalam jenjang pendidikan SD (Sekolah Dasar) untuk anak-anak.

Oleh karena itu, anak usia dini bisa mulai memahami dan beradaptasi melalui pra-calistung, nih. Pembelajaran pra-calistung sendiri bisa dilakukan dengan pengenalan teorinya saat anak berusia lima tahun.

Harapannya, pra-calistung dapat jadi bekal untuk anak-anak bisa mematangkan kemampuan calistung pada saat awal duduk di bangku SD, khususnya sekitar usia 6-7 tahun.

Nah, sebelum mengenalkan calistung pada anak, setidaknya terdapat beberapa syarat khusus, nih. Mulai dari anak sudah bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas dalam keseharian, bisa memegang benda menggunakan tangan sendiri, hingga di titik anak bisa mengerti makna dan mampu mengungkapkan keinginannya dalam kalimat yang tepat.

Kalau dirasa anak sudah memenuhi persyaratan, maka pembelajaran calistung bisa dilakukan, ya. Supaya proses belajar tidak membosankan, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini.

  • Kenali karakter anak terlebih dulu serta lihat reaksi mereka. Misalnya, anak lebih suka belajar secara mandiri atau berkelompok.

  • Jangan memaksa anak karena berpotensi membuat mereka stres dan berakhir pada rasa malas untuk melanjutkan belajar.

  • Durasi belajar calistung tidak terlalu lama karena berkenaan dengan tingkat konsentrasi, yang terpenting ialah kualitas, bukan kuantitas.

  • Kolaborasikan belajar dengan bermain, seperti menyusun boneka sambil berhitung, merangkai huruf lewat puzzle, dan sejenisnya.

  • Belajar lewat lagu-lagu ceria supaya mudah diingat oleh dan membangkitkan semangat anak.

Nah, itu tadi penjelasan terkait arti calistung beserta tipsnya agar anak tetap bisa menikmati proses belajar tanpa merasa bosan. Jadi, apa kamu sudah siap menjadi pengajar materi calistung untuk si buah hati? (mel)