Konten dari Pengguna

Mengenal Arti Kata Cepu, Istilah Bahasa Gaul yang Populer di Media Sosial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Bagi kamu yang aktif di media sosial, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah cepu. Yaa, kata cepu memang sudah populer sejak tahun 2014. Namun, istilah ini terus meluas penggunaannya sebagai bahasa gaul dan sering digunakan warganet dalam suatu percakapan.

Cepu artinya menggambarkan orang atau tindakan suka membocorkan informasi rahasia yang seharusnya tidak disebarkan alias orang yang suka mengadu ke orang lain.

Hingga saat ini, penggunaan kata cepu kerap dipakai di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok. Bagi yang belum paham mengenai arti kata cepu, tenang saja, yuk, langsung simak pembahasannya!

Apa itu cepu?

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata cepu memiliki 4 arti. Pertama, cembul yang dibuat dari kayu. Kedua, informan polisi. Ketiga, orang yang mengadukan atau menyebarkan kesalahan temannya sendiri. Terakhir, nama kecamatan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam bahasa gaul cepu artinya untuk menyebut orang yang menyebarkan informasi bersifat rahasia kepada orang lain. Bisa dibilang, cepu adalah “tukang mengadu” ke orang lain. Kata ini akrab dalam kehidupan anak muda dan menjadi istilah lazim yang digunakan dalam sebuah obrolan.

Dari istilah cepu ini, muncullah kata lain yaitu dicepuin. Dicepuin adalah si korban yang informasinya telah disebarkan. Dari artian ini, bisa disimpulkan bahwa cepu adalah perbuatan negatif. Pasalnya, privasi yang seharusnya tidak dibagikan ke orang lain menjadi bocor dan merugikan si korban.

Dalam pertemanan, perilaku cepu dianggap menusuk dari belakang atau “teman dalam selimut”. Kalau perilaku ini dilakukan, dampaknya bisa sampai merusak pertemanan. Bahaya banget, ya!

(yrs)