Konten dari Pengguna

Mengenal Silent Treatment dan Dampak Bahayanya dalam Sebuah Hubungan

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: Pixabat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Pixabat

Pernah kamu dan pasangan bertengkar, namun bukannya mencari solusi untuk menyelesaikan masalah justru memilih untuk mendiamkan pasangan? Dalam psikologi, kondisi ini disebut dengan silent treatment.

Hati-hati, jika dibiarkan terus-menerus hal ini bisa memberikan dampak buruk bahkan mengancam rusaknya sebuah hubungan. Untuk memahami lebih lanjut apa yang disebut dengan silent treatment, berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan bagaimana cara mencegah segala risiko yang bisa muncul.

Silent Treatment, Perlahan Dapat Menghancurkan Mental

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Dikutip dari ABC Life, John Gottman, peneliti psikologis, menyebutkan bahwa silent treatment merupakan suatu kondisi di mana sang pendengar mundur dari sebuah interaksi, menolak untuk berpartisipasi atau terlibat, dan pada dasarnya menjadi tidak responsif.

Memutuskan untuk diam, bisa digunakan untuk menghindari konflik. Namun, diam juga dapat memiliki motif lainnya seperti bermaksud untuk mengontrol atau menghukum.

Apapun motivasi untuk melakukannya, silent treatment adalah salah satu cara yang tergolong ekstrem untuk mengekspresikan emosi. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang dipicu oleh ledakan emosi.

Orang yang menerima silent treatment hampir selalu akan melihatnya sebagai suatu bentuk hukuman yang abusif. Mereka kemungkinan akan merasakan luka emosional, harga diri yang terluka, merasa tidak dibutuhkan serta ditolak.

Alasan Orang Melakukan Silent Treatment

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Ada beberapa alasan orang melakukan tindakan silent treatment, antara lain sebagai berikut.

  • Menghindarkan Diri: Pada beberapa kasus, orang tetap diam dalam percakapan karena mereka tidak tahu harus berkata apa atau ingin menghindari konflik.

  • Cara Berkomunikasi: Seseorang bisa menggunakan tindakan ini jika mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan mereka tetapi ingin pasangannya tahu bahwa mereka kesal.

  • Hukuman: Jika seseorang menggunakan silent treatment untuk menghukum seseorang atau melakukan kontrol atau kekuasaan atas mereka, ini adalah bentuk pelecehan emosional.

Apa Efeknya terhadap Sebuah Hubungan?

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Dalam sebuah hubungan melakukan tindakan ini untuk menyelesaikan konflik bukanlah cara terbaik untuk dilakukan. Pria dan wanita memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan hal ini.

Untuk menghindarinya, komunikasi yang jelas adalah hal yang penting agar hubungan tetap sehat. Pasalnya, tindakan ini malah bisa membuat salah satu pihak jadi tidak memiliki kemauan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang benar.

Ketika seseorang ingin membicarakan masalah tetapi yang lain menarik diri, ini dapat menyebabkan emosi negatif seperti kemarahan. Orang-orang yang merasa diabaikan pun dilaporkan memiliki tingkat harga diri, kepemilikan, dan makna hidup yang lebih rendah dalam menjalani hidup.

Oleh karena itu, silent treatment dapat berdampak pada kesehatan suatu hubungan. Bahkan jika orang yang diam tersebut sebenarnya hanya berusaha menghindari konflik.

Seseorang dengan pasangan yang kerap melakukan silent treatment biasanya lebih cenderung melanjutkan perselisihan karena mereka belum memiliki kesempatan untuk membahas keluhan mereka lebih dalam.

Nah, itu dia pengertian silent treatment dan juga dampak buruknya jika terus dibiarkan untuk hubungan percintaan kalian. (yrs)