Menguak Fenomena Kesurupan dari Kacamata Medis, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Konten dari Pengguna
27 Juni 2022 11:38
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Shareefa Daanish di film Kesurupan Foto: YouTube/Layar HP
zoom-in-whitePerbesar
Shareefa Daanish di film Kesurupan Foto: YouTube/Layar HP
ADVERTISEMENT
Pernah melihat orang kesurupan, baik secara langsung maupun dalam film atau video? Kesurupan ini dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dalam masyarakat luas, kesurupan dijelaskan sebagai kondisi di mana tubuh seseorang dirasuki hantu atau setan.
ADVERTISEMENT
Namun, bener nggak sih, kesurupan ini terjadi karena tubuh seseorang dirasuki makhluk tak kasat mata? Lalu, bagaimana penjelasan fenomena orang kesurupan jika dilihat dari kacamata medis? Apakah bisa dijelaskan secara ilmiah?

Kesurupan Adalah Possession Trance Disorder

Ilustrasi wanita yang sedang mengalami tekanan, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita yang sedang mengalami tekanan, dok: pixabay
Kesurupan atau dalam dunia medis disebut sebagai possession trance disorder. Dari kaca mata medis, kesurupan dapat dijelaskan sebagai penyakit mental yang disebabkan faktor sosial, psikologis, dan fisik.
Kondisi ini dapat dialami sekali hingga berulang kali dalam beberapa hari. Kondisi ini juga bukan disebabkan karena faktor obat-obatan, sistem saraf, atau makanan yang dikonsumsi.
Biasanya, orang yang mengalami possession trance disorder ini cenderung kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Bahkan, mereka bisa juga mengalami kelumpuhan dalam waktu sementara.

Kesurupan Merupakan Penyakit Mental

Ilustrasi mengalami gangguan mental. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami gangguan mental. Foto: Shutter Stock
Dalam dunia medis, kesurupan tidak memiliki kaitan dengan cerita horor berbau mistis atau kondisi karena dirasuki hantu. Dari kacamata medis, kesurupan merupakan bagian dari penyakit mental yang dapat dialami siapa saja yang tengah mengalami permasalahan hidup.
ADVERTISEMENT
Para psikolog menganggap seseorang yang mengalami kondisi ini cenderung karena tekanan sosial, keluarga, pendidikan, dan pekerjaan. Mereka kemudian akan perlahan kehilangan identitas diri termasuk kesadaran dalam waktu tertentu.
Ketika mengalami possession trance disorder, seseorang bakal bertingkah aneh. Mulai dari tertawa tidak jelas, bernyanyi, hingga berbicara ngawur. Namun, setelah tersadar, mereka tidak akan mengingat kejadian yang baru menimpanya.
Nah, hal inilah yang membuat para pakar menganggap kesurupan sama halnya dengan gangguan mental lainnya yakni demensia, epilepsi, skizofrenia, syndrome tourette, dan amnesia disosiatif.

Kesurupan Massal Terjadi karena Fenomena Mirroring

Ilustrasi kesurupan, dok: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesurupan, dok: pixabay
Ketika melihat orang kesurupan atau mengalami possession trance disorder, mungkin kamu merasa bingung dan ketakutan. Apalagi, saat orang itu berbicara tidak jelas, menjerit-jerit, atau dengan suara yang bikin merinding.
ADVERTISEMENT
Nah, ternyata hal inilah yang menjadi pemicu mengapa kita juga bisa mengalaminya. Tahukah kamu, otak manusia bekerja sangat jenius, bisa membayangkan dan merasakan hal yang sebenarnya tidak kita alami.
Ketika kita melihat orang kesurupan, otak akan menangkap hal tersebut dan seakan-akan kita tengah mengalaminya. Setelah itu, tubuh akan merespons dengan masuk ke fase tekanan. Di sinilah kita bisa terbawa kondisi yang dilihat dan melakukan hal yang sama.
Perlu diketahui, hal ini terjadi karena pengaruh otak yang bekerja seolah kita tengah mengalami atau merasakannya. Itulah mengapa banyak kasus kesurupan massal terjadi karena disebabkan faktor mirroring atau pengaruh otak yang membuat kita seolah mengalami atau merasakannya.
Sama halnya ketika kita melihat orang menguap. Kita juga bisa ketularan menguap lantaran otak merespons dengan cepat. (fre)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020