PayLater: Gaya Dulu, Bayar Belakangan

Konten dari Pengguna
4 Agustus 2022 13:45
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi belanja online pakai paylater. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja online pakai paylater. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Metode transaksi digital paylater saat ini makin banyak digandrungi, nih. Apalagi bagi milenial dan gen Z yang doyan banget belanja online dan serba-praktis.
ADVERTISEMENT
Malahan, dalam laporan Forbes menyebut 69 persen generasi milenial cenderung akan membeli barang jika ada fitur paylater yang ditawarkan. Sementara bagi gen Z sebanyak 42 persen.
Emang apa, sih, wow-nya paylater?
Seperti namanya, paylater ini gampangnya layanan beli sekarang tapi bayarnya bisa nanti-nanti. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan lebih mudah dan cepat.
Nggak perlu menimbun barang incaran di keranjang. Adanya paylater ini memungkinkan kita bisa langsung melakukan checkout apa yang ingin kita beli.
Tentu ini menjadi alternatif saat pembayaran cepat diperlukan tapi kita malas top up, transfer, buka internet banking, masukin pin, dan sebagainya, sekalipun sebenarnya kita punya bujet dan uang untuk membayar langsung.
Nggak hanya itu, Guys. Alasan kenapa paylater ini digandrungi karena fitur ini cocok banget dengan mereka yang cashless banget. Nggak perlu uang cash.
ADVERTISEMENT
So, nggak ada lagi kata khawatir saat dompet ketinggalan. Asal ada smartphone di tangan, pembayaran beres tanpa memikirkan uang yang kita punya lebih dulu.
Hmm... ternyata begitu
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
Sepintas kayaknya nggak jauh beda dengan kartu kredit. Tapi kenapa paylater lebih digandrungi anak-anak muda ketimbang kartu kredit?
Yap, paylater dengan sistem pembayaran buy now, pay later (BNPL) emang lebih disukai di Indonesia dibandingkan kartu kredit. Kenapa? Karena kartu kredit kesannya lebih eksklusif, Guys. Nggak banyak orang yang bisa mendapatkannya.
Selain prosedur kepemilikannya yang ketat, kartu kredit juga nggak lepas dari kesan bunganya yang memberatkan. Oleh karenanya, kartu kredit lebih diperuntukkan bagi kalangan orang mapan, bukan bagi anak muda yang belum punya pendapatan tetap.
ADVERTISEMENT
But, banyak orang punya kartu kredit, kok beralih paylater?
Berkat menjamurnya marketplace dan kebiasaan belanja online, popularitas paylater kian melejit. Kehadiran paylater ini nggak hanya menguntungkan konsumen, tapi juga bagi penjual, nggak terkecuali reseller, nih.
Sebagaimana dalam laporan Business Time, paylater terbukti meningkatkan angka penjualan online. Nggak heran jika banyak penjual online yang menyediakan layanan paylater.
Sementara dari sisi konsumen, fitur paylater menarik karena memberikan pengalaman transaksi yang jauh lebih cepat dan simpel. Belum lagi dengan banyaknya promo menarik yang hanya bisa didapat saat melakukan pembayaran dengan paylater.
Itulah alasan kenapa banyak orang mulai beralih ke paylater. Ya, dari kebiasan belanja online itu, kemudahan transaksi, dan penawaran berbagai promo menarik saat belanja pakai paylater.
ADVERTISEMENT
Bunganya gimana?
Ilustrasi belanja di toko online kesehatan. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja di toko online kesehatan. Foto: shutterstock
Tahukah kamu kalau paylater ternyata memiliki bunga yang lebih besar ketimbang kartu kredit, lho. Hah, serius? Iya, beneran, Guys. Saat ini batas maksimal bunga kartu kredit sebesar 1,75 persen per bulannya. Dan, itu berlaku untuk semua bank di Indonesia mulai Juli 2021 lalu.
Sementara bunga paylater lebih besar dari itu. Contoh saja Shopee Paylater yang saat ini paling banyak digunakan ketimbang layanan paylater lainnya. Dalam situs resminya, bunga Shopee Paylater minimal 2,95 persen per bulan dari total pembayarannya.
Kendati bunganya lebih besar ketimbang kartu kredit, nyatanya paylater lebih banyak digandrungi. Alasannya, ya seperti yang udah dijelaskan sebelumnya di atas. Karena proses pendaftaran paylater, mulai dari pendaftaran sampai dana cair, jauh lebih praktis dibandingkan kartu kredit.
ADVERTISEMENT
Harus banget pakai paylater?
Dengan berbagai kemudahan dan penawaran menarik yang ditawarkannya, itu bikin layanan buy now, pay later banyak digandrungi. Apalagi bagi milenial dan gen Z.
Meski demikian, tetap saja paylater ini kayak utang yang cicilannya tiap bulan ditagih. Dari sana kemudian muncul sebuah pertanyaan: emang pakai paylater buat beli apa, sih?
Dalam sebuah survei yang dilakukan pada 2021 lalu, ternyata nih, Guys, milenial dan gen Z di Indonesia lebih banyak menggunakan paylater untuk membeli kebutuhan fashion seperti baju, celana, sepatu, dan sebagainya. Selain itu, ada juga pulsa, smartphone, dan barang elektronik lainnya.
Bisa dibilang, penggunaan paylater ini bukanlah untuk pemenuhan kebutuhan yang sangat urgen. Tapi lebih dipergunakan untuk kebutuhan penunjang gaya.
ADVERTISEMENT
Nggak cuma belanja di e-commerce, sebagian dari mereka juga memanfaatkan paylater untuk liburan. Yang penting gaya dulu, bayarnya belakangan dicicil.
Nggak apa-apa kayak gitu?
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
Sebenarnya, sih, sah-sah saja. Toh, memang adanya layanan paylater ini untuk memudahkan transaksi dan bayar nanti. But, ada kelebihan pastinya ada kekurangannya juga, Guys.
Becuase paylater bikin payment jadi lebih mudah, itu malah sering bikin kita lupa mengatur keuangan. Perilaku konsumtif ini jangan sampai bikin terus terlena untuk membeli apa yang kita ingin tanpa mempertimbangkan urgensinya.
Saat menggunakan paylater memang pengeluaran yang terus-menerus nggak terasa. Tapi mungkin berbeda pada bulan-bulan berikutnya. Alih-alih menabung, uang justru habis untuk bayar cicilan dan potensi nunggak cicilannya juga besar.
So...
ADVERTISEMENT
Apakah paylater ini dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan dan gaya? Jawabannya, bisa jadi iya, bisa jadi sebaliknya. Tergantung pandai dan bijaknya kita dalam memanfaatkannya, sih.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020