Konten dari Pengguna

Penghuni Pertama di Daratan Tiongkok Adalah Orang Kulit Hitam, Benarkah?

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tiongkok. Gambar oleh jplenio dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tiongkok. Gambar oleh jplenio dari Pixabay

Selama ini, orang Tiongkok umumnya distereotipkan memiliki kulit putih. Namun, ada teori yang menjelaskan bahwa penduduk pertama di Tiongkok adalah orang kulit hitam. Benarkah demikian?

Teori Konspirasi

Para pendukung teori sejarah Afrosentrik percaya bahwa penghuni pertama daratan Tiongkok adalah orang Afrika berkulit hitam. Teori konspirasi ini menjelaskan bahwa orang-orang tersebut bermigrasi dari Afrika ke daratan Tiongkok melalui wilayah Iran.

Tidak hanya itu, mereka juga percaya bahwa pendiri peradaban Tiongkok yang bernama Huangdi yang memiliki nama kuno Hu Nak Kunte, masih memiliki hubungan nama dengan keluarga Kunte. Nama "Kunte" umumnya digunakan oleh bangsa Mandinkan di Afrika.

Seorang peneliti bernama Clyde Winters mengklaim bahwa bahasa dan simbol di negeri Cina berhubungan dengan huruf dan prasasti Mandinka. Ia juga beranggapan bahwa Dinasti Zhou menyebut Shang sebagai "limin" yang berarti orang berkepala hitam. Hal itulah yang membuat ia yakin bahwa bangsa Shang adalah keturunan Afrika.

Potret orang berkulit hitam di Tiongkok. Foto: Dave Tacon

Fakta

Argumen Winters mengenai kemiripan huruf China dengan huruf Mandinka dianggap sebagai teori linguistik yang ketinggalan zaman. Hal ini karena ia hanya membandingkan huruf Cina modern dengan huruf Mandinka modern.

Selain itu, anggapan mengenai bangsa Shang merupakan keturunan Afrika juga tidak dapat dipertanggungjawabkan. Faktanya, sebutan "limin" digunakan oleh tuan tanah Tiongkok untuk memanggil budak taninya yang berkulit hitam karena bekerja di bawah sinar matahari.

Walaupun anggapan tersebut disebut kurang tepat, catatan sejarah lain membuktikan bahwa Cina dan Afrika memang sudah berhubungan sejak abad ke-4 Masehi. Hubungan tersebut berkaitan dengan aktivitas perdagangan dan perbudakan. (mit)