Konten dari Pengguna

Selalu Utamakan Orang Lain, 5 Tanda Kamu Seorang yang People Pleaser

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membantu orang lain. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membantu orang lain. Foto: Getty Images

Membahas mengenai kesehatan mental, pernahkah kamu merasa sering gaenakan dan selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain?Yap, hal ini biasa disebut kamu adalah seseorang yang people pleaser.

People pleaser adalah sebutan bagi orang yang selalu berusaha memberikan perhatian pada orang lain, sangat memedulikan pendapat orang lain dan selalu mengutamakan orang lain.

Menurut Linda Tillman, Psikolog Klinis dari Atlanta ini menjelaskan bahwa perasaan aman dan kepercayaan diri seorang yang people-pleaser didapat berdasarkan penerimaan orang lain. Mereka khawatir pandangan orang lain terhadap mereka ketika mengatakan tidak. Mereka tidak mau dilihat sebagai orang yang malas, tidak peduli, dan egois.

Untuk mengenalinya, berikut 5 tanda bahwa kamu adalah seseorang yang people pleaser. Apa saja? Yuk simak ulasannya.

1. Sulit Menolak Ajakan atau Permintaan

Ilustrasi sulit menolak ajakan teman. Foto: Getty Images

Ciri pertama dari orang yang people pleaser adalah sangat sulit untuk menolak ajakan atau permintaan, meskipun hal tersebut adalah hal yang tidak disukainya.

Jika dibiasakan, hal ini akan membuat orang bertindak seenaknya kepadamu karena untuk menyenangkan keinginan mereka.

2. Selalu Gaenakan sama Orang Lain

Perasaaan selalu merasa ga enakan, membuat orang people pleaser selalu melakukan hal untuk menyenangkan perasaan orang lain. Padahal, berusaha menyenangkan orang lain dengan menolong orang lain merupakan hal yang berbeda.

3. Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain

Ilustrasi minta maaf. Foto: Getty Images

"Aduh maaf ya, gara-gara aku gabisa ngasih contekan jawaban saat ujian kemarin nilai kamu jadi jelek."

Jangan biasakan mudah merasa bertanggung jawab kepada perasan seseorang atas hal yang seharusnya tidak kamu lakukan. Jika terus dilakukan, hal ini dapat membuatmu menjadi seseorang yang mudah dimanfaatkan.

4. Overthinking dengan Pemikiran Orang Lain

Seorang people pleaser merupakan orang yang terlalu peduli dengan omongan atau pendapat orang lain. Sehingga hal ini akan membuat kamu hidup dalam bayangan serta ekspektasi orang lain bukan ekspektasimu yang kamu bangun untuk dirimu sendiri.

5. Menghindari Konflik

Ilustrasi orang menghindari konflik. Foto: Getty Images

Seringkali, seorang people pleaser memilih diam dalam sebuah rapat atau kerja kelompok, meski sebenarnya dia punya pendapat atau pemikiran lain yang tak kalah keren, ia cenderung memilih diam atau berpura-pura setuju karena malu.

Tak hanya itu, mereka juga cenderung sangat menghindari konflik, sehingga lebih sering memilih diam, memendam atau setuju. Padahal tak ada salahnya mengeluarkan pendapat, dan jangan takut salah!

Kebiasaan kerap menjadi orang yang gak enakan atau people pleaser, ternyata tidak baik untuk kesehatan mental juga lho. Hal ini dikarenakan nantinya kita menjadi seseorang yang takut akan rasa kecewa, sehingga selalu membuat orang lain senang dan melupakan prioritas kebahagiaan diri sendiri.

Lalu, bagaimana cara untuk berhenti menjadi seseorang yang people pleaser?

1. Mengutamakan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain

Ilustrasi melakukan hobi yang disukai. Foto: Getty Images

Utamakan kebahagiaan dan kebutuhan diri sendiri sebelum orang lain, adalah hal yang perlu dibiasakan. Dengan melakukan hal ini, kamu pun semakin mengenali apa hal yang kamu sukai dalam hidup dan mencintai diri sendiri.

2. Lebih Tegas kepada Diri Sendiri

Orang dengan kecenderungan people pleaser selalu mengalami kesusahan saat mengatakan kata "tidak" ketika dimintai pertolongan, sehingga mereka kerap tidak tega dengan perasaan orang lain.

Oleh karena itu, tegas kepada sendiri dan berfikir sebelum bertindak menjadi hal yang perlu dilakukan agar berhenti menjadi seseorang yang people pleaser.

3. Mintalah Bantuan kepada Orang Lain

Ilustrasi meminta bantu orang lain. Foto: Getty Images

Seorang people pleaser akan merasa takut dan segan ketika meminta bantuan orang lain. Hal ini dikarenakan mereka tidak ingin terlihat lemah dan selalu bersikap baik-baik saja.

Maka, sekarang kamu biasa membiasakan untuk meminta bantuan orang lain sebagaimana orang lain meminta bantuan kepada kita.

4. Jangan Minta Maaf Jika Bukan Salahmu

Jika kamu tidak melakukan kesalahan dan meminta maaf karena tidak bisa menyenangkan orang lain, sebaiknya kamu perlu menghilangkan kebiasaan ini.

Meminta maaf memang merupakan hal yang sangat penting, namun jika kamu meminta maaf untuk seseuatu yang bukan salahmu, hal ini dapat membuatmu kerap merasa stress.

Bagaimanapun kebahagiaan dan kesehatan mentalmu adalah hal prioritas yang kamu utamakan ya! (via)