Konten dari Pengguna

Terlalu Sering Main Ponsel? Waspada Pinky Dent Jari Kelingking

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pinky Dent. (Foto: @gsolution_id/TikTok)
zoom-in-whitePerbesar
Pinky Dent. (Foto: @gsolution_id/TikTok)

Curhat seorang pria di TikTok mengenai kelingkingnya baru-baru ini menjadi sorotan. Pasalnya, ia mengalami “pinky dent” akibat terlalu lama menahan dengan jari kelingking ketika memegang HP.

Momen tersebut dibagikan seorang pria lewat akun @gsolution_id, pada Jumat (3/6/2022). Dalam videonya, pria itu mengaku divonis mengalami pinky dent oleh dokter sambil memperlihatkan ciri gejala pada jarinya.

Disebutkan bahwa kelingkingnya sering merasa kesemutan dan terasa ada cekungan ketika dipegang. Semua itu ternyata karena kebiasaan menahan dengan kelingking ketika memegang HP.

“Tapi tenang saja, kata dokternya semua itu bisa hilang cukup dengan ganti cara pegang handphone kalian,” kata pria dalam video yang viral tersebut.

embed from external kumparan

Mengutip Washington Post, pinky dent nyata adanya dan memang terjadi karena penggunaan HP terlalu lama. Faktanya, dari data yang dihimpun, rata-rata orang di dunia menggunakan HP selama 3 jam 15 menit dalam sehari yang mana sudah cukup menyebabkan pinky dent.

Adapun cedera yang juga disebut dengan “smartphone pinky” itu terjadi di tulang bagian tengah kelingking. Bagian tersebut, oleh kebanyakan orang, memang biasa dijadikan tumpuan ketika memegang HP.

Guna menghindari terjadinya pinky dent, ada beberapa saran dari para ahli. Duc Nguyen, ahli bedah ortopedi di Johns Hopkins, menyarankan untuk istirahat dari memegang HP, atau bisa dengan mengganti-ganti posisi .

“Bila Anda merasa sepertinya akan menggunakan HP selama berjam-jam, jangan biarkan menjadi terus-terusan,” kata Nguyen. "Istirahat. Regangkan jari-jari, regangkan pergelangan tangan,” lanjutnya.

com-Ilustrasi menggunakan handphone di dalam bus Foto: Shutterstock

Sementara untuk mengganti-ganti posisi, bisa mencoba menggenggam HP dengan dua tangan. Cara tersebut, dikatakan Nguyen, membuat pergelangan menjadi tumpuan dan memungkinkan penggunaan kedua ibu jari.

Buat yang terbiasa menggunakan satu tangan, bisa mencari cara lain asal tidak menopang dengan kelingking. Seperti misalnya, bisa dengan membeli aksesoris pendukung agar lebih mudah menggenggam HP.

Apabila rasa sakit akibat pinky dent berkelanjutan dalam waktu yang lama, Direktur Pendidikan Bedah Tangan di Cedars-Sinai Medical Centre, Eugene Tsai, menyarankan untuk tidak ragu ke dokter.

“Itu mungkin pertanda kompresi saraf yang sangat parah,” kata Tsai. "Harus segera ditangani untuk memastikan itu tidak lebih dari ketegangan dan tidak ada yang lebih berbahaya terjadi," lanjutnya. (bob)