Konten dari Pengguna

Tips Memilih Format CV yang Sesuai Jenis Pekerjaan yang Akan Kamu Lamar

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi CV. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi CV. Foto: Shutter Stock

Dalam membuat curriculum vitae atau CV untuk melamar pekerjaan memang sebenarnya tidak ada aturan yang pasti. Namun, ternyata ada beberapa format daftar riwayat hidup yang paling umum digunakan oleh para pencari kerja.

Tentunya setiap tipe format CV lamaran kerja memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kamu harus melihat mana format yang paling sesuai dengan pengalaman yang kamu miliki dan juga keperluan perusahaan.

Artikel ini akan membahas secara detail mengenai setiap format CV beserta dengan keunggulan, kelemahan, dan fungsinya masing-masing. Dengan memilih format CV yang baik, kamu akan bisa membuat CV yang menarik perhatian perusahaan.

Kondisi latar belakang karier kamu saat ini menentukan mana format curriculum vitae yang paling cocok. Masing-masing format memiliki struktur penyusunan konten secara berbeda. Berikut ulasannya.

1. Format Kronologis Terbalik

Contoh format daftar riwayat hidup sederhana yang satu ini adalah format standar yang paling sering digunakan. CV dengan menggunakan format kronologi biasanya menuliskan pengalaman kerja terlebih dahulu, diikuti pendidikan dengan susunan kronologi terbalik: terbaru dituliskan paling atas diikuti dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Jenis penyusunan secara kronologis terbalik adalah yang paling populer. Sebab ia cocok untuk semua kalangan, penyusunan sederhana dan tidak rumit, serta membantu perekrut menemukan informasi kunci dengan mudah, sebab ini familiar bagi mereka.

Kelebihan

  • Perekrut familiar dengan format ini, sehingga saat mengecek, mereka dapat dengan mudah memastikan bahwa resume kamu telah secara lengkap menyampaikan bagian-bagian yang diperlukan.

  • Jaminan lolos tes Applicant Tracking System (ATS).

  • Menunjukkan puncak karier kamu saat ini.

Kekurangan

  • Agar bisa tampil menonjol dibanding yang lain, kamu perlu berimprovisasi baik menambahkan sub-bagian baru atau dalam penulisan konten.

  • Bila punya kekosongan dalam riwayat bekerja (employment gap) akan mudah terdeteksi.

  • Tidak ideal untuk mereka yang ingin berganti jalur karier.

2. Format Keterampilan (Functional atau Skill-based)

Ciri dari format ini adalah menempatkan bagian keterampilan lebih dulu dan utama dari pengalaman kerja. Karena tujuan yang ingin dicapai umumnya adalah untuk transisi karier di posisi tingkat pertama (entry-level).

Lewat penulisan seperti ini, maka akan menekankan pada keterampilan/kemampuan yang kamu kuasai, dan mengurangi tekanan dari minim pengalaman kerja formal pendukung.

Kelebihan

  • Menutupi kekurangan pada riwayat kerjamu dan mengedepankan keahlianmu.

  • Cocok untuk format resume kreatif (disertai gambar dan elemen non-teks), yang ditujukan umumnya pada industri non-tradisional.

  • Cocok untuk kamu yang bertransisi dari akademisi ke praktisi, militer ke sipil, dan lain sebagainya.

Kekurangan

  • Sulit untuk dibaca dan dianalisa oleh perekrut.

  • Memunculkan praduga negatif, seolah kamu sedang menyembunyikan sesuatu (karena perekrut umumnya ingin melihat pengalaman kerja).

  • Berkemungkinan gagal lolos tes ATS.

3. Format Kombinasi (Hybrid)

Ciri dari format ini adalah menjabarkan gabungan bagian keterampilan dan pengalaman kerja secara berimbang. Dimulai dengan daftar keterampilan, yang masing-masing skill dijelaskan mendalam dan dibuktikan lewat poin-poin pencapaian dari pengalaman kerja.

Format CV ini cocok untuk kamu sebagai:

  • Profesional berpengalaman yang menargetkan posisi tertentu.

  • Ingin naik posisi karier dengan lingkup tanggung jawab lebih luas, misal akan mengelola fungsional baru dari yang sekarang dikuasai.

  • Individu yang memiliki kekosongan dalam riwayat bekerjanya (employment gap). Sehingga kamu bisa lengkapi pengalaman kerja terdahulu dengan mengisi apa yang kamu raih dalam masa non-bekerja itu.

Kelebihan

  • Tampilan keterampilan kuncimu dan validasi dengan studi kasus nyata dari pengalaman kerja.

  • Format resume yang baik untuk kamu yang punya employment gap, namun memiliki riwayat pengalaman yang relevan sebelum kekosongan (gap) tersebut.

Kekurangan

  • Cocok untuk segmen kandidat tertentu saja, terutama yang punya pengalaman yang kaya dan menargetkan posisi spesifik.

  • Paling sulit untuk ditulis dengan benar.

Tidak ada format CV yang paling baik. Namun, tentunya ada format CV yang paling sesuai yang kamu perlukan dan paling cocok dengan kepribadianmu serta jenis pekerjaan yang kamu lamar. (daa)