Konten dari Pengguna

Waspada, 7 Ciri Penyakit Lupus pada Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilsutrasi boneka anak. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilsutrasi boneka anak. Foto: Pexels

Lupus merupakan penyakit autoimun akibat tubuh memproduksi antibodi berlebihan yang menyerang jaringan tubuh di berbagai organ, tanpa terkecuali kulit dan sendi. Di Indonesia, angka kejadiannya mencapai 150 ribu kasus per tahun.

Normalnya, antibodi ini sebenarnya diproduksi untuk melawan kuman dan infeksi. Namun, ketika diproduksi berlebihan, antibodi jadi tak bisa membedakan antara sel yang sehat atau kuman.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak dan orang dewasa. Pada anak, lupus sering terlambat diidentifikasi sehingga menimbulkan kerusakan organ yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mewaspadai ciri-cirinya sebagai berikut.

1. Demam dalam Tempo yang Lama

Ilustrasi anak demam. Foto: Shutterstock

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak dengan lupus sering datang ke rumah sakit dengan keluhan demam ringan yang hilang dan timbul, namun berlangsung lama. Bahkan durasinya bisa berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Kalau si kecil mengalami hal serupa, segera konsultasikan ke dokter, ya.

2. Sensitif terhadap Cahaya

Ilustrasi orang yang terpapas cahaya matahari.

Cahaya yang dimaksud sinar ultraviolet seperti cahaya dari matahari atau lampu neon. Dilansir laman Kid’s Health, sebagian besar anak dengan lupus biasanya sensitif terhadap cahaya, sehingga cahaya matahari dapat memperparah penyakit mereka.

3. Selalu Merasa Letih

Ilustrasi anak yang tengah istirahat. Foto: Pexels

Lupus membuat anak selalu merasa letih, tidak aktif dan tampak malas beraktivitas. Anak selalu merasa lelah meski sudah beristirahat lama.

4. Muncul Ruam pada Wajah dan Sekujur Tubuh

Waspadai jika muncul ruam berbentuk seperti sayap kupu-kupu pada wajah anak. Ruam itu kerap disebut dengan butterfly rash. Selain di wajah, IDAI juga menjelaskan, ruam sebagai gejala lupus berbentuk bulat dan dapat muncul pada leher, lengan dan tungkai. Jika ciri ini muncul pada si kecil, maka segeralah bawa ia ke dokter, karena kemungkinan ia mengalami lupus.

5. Mengalami Artritis atau Radang Sendi

Radang sendi atau artritis menyebabkan sendi terasa nyeri terutama pada tangan dan kaki. Namun berbeda dengan artritis yang umum dialami manula, artritis ini tidak menyebabkan kerusakan tulang.

6. Rambut Rontok

Ilustrasi anak yang mengidap lupus dan mengalami kerontokan rambut. Foto: Pexels

Anak dengan lupus juga kerap mengalami kerontokan rambut. Perhatikan jika rambut si kecil rontok lebih dari 100 helai per hari, bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

7. Masalah Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ yang diserang jika antibodi diproduksi berlebihan. Masalah ginjal yang umum bisa ringan atau parah, namun hanya setengah dari penderita mengalami kerusakan ginjal permanen. Masalah ginjal ini ditandai dengan bengkak pada kelopak mata dan tungkai bawah, serta lebih jarang buang air kecil.

Nah, kalau si kecil menunjukkan tanda seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, segera konsultasikan ke dokter, ya! (mon)