Konten dari Pengguna

Waspada Gerakan Janin Berkurang, Ini 5 Penyebabnya yang Ibu Hamil Harus Tahu

Generasi Milenial

Generasi Milenial

Generasi Milenial

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hamil. Gambar oleh Bokskapet dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil. Gambar oleh Bokskapet dari Pixabay

Gerakan atau tendangan dari janin sering menjadi indikator bahwa si janin dalam keadaan aktif dan sehat. Gerakan tersebut menjadi kode dari buah hati bahwa ia baik-baik saja dalam kandungan.

Jika gerakan janin atau bayi di dalam kandungan makin lama makin berkurang, bisa jadi ia sedang beristirahat atau ruang geraknya menyempit seiring dengan perkembangan tubuhnya. Namun, sebaiknya ibu hamil perlu waspada jika kondisi tersebut disebabkan oleh lima hal berikut ini.

Janin Stres

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Pixabay

Selain tidur, janin juga dapat merasakan hal lain yang dirasakan oleh manusia, yaitu stres. Stres tersebut diperoleh dari emosi ibunya. Jadi, jika ibu hamil sedang stres atau sedih, si janin pun akan turut merasakannya dan gerakannya akan berkurang.

Untuk itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kondisi mentalnya. Suami dan keluarga juga harus turut serta dalam menjaga kestabilan emosi ibu hamil.

Janin Kekurangan Nutrisi

Selain untuk tumbuh kembangnya, nutrisi juga penting untuk menjaga janin agar tetap bergerak. Ibu hamil akan disarankan mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis untuk menstimulasi gerakan janin. Selain itu, selalu konsumsi makanan dan minuman yang kaya gizi untuk menghindari defisiensi nutrisi.

Janin Terlambat Bergerak

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Pixabay

Biasanya, janin akan bergerak pada usia 16 minggu kehamilan. Namun, jika sampai minggu ke 24 janin belum juga menunjukkan pergerakan apapun, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut pada dokter kandungan.

Gerakan Janin Berkurang pada Usia Kehamilan Lanjut

Ibu hamil perlu mewaspadai jika gerakan janin berkurang pada usia kehamilan lanjut. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa janin mengalami hipoksia.

Dikutip dari Alodokter, hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan tubuh. Segera periksakan kondisi tersebut pada dokter kandungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gerakan Janin Melemah Disertai Pendarahan

Ilustrasi ibu hamil. Gambar oleh Bokskapet dari Pixabay

Hal yang satu ini mungkin bisa disebut sebagai penyebab yang cukup parah, yaitu solusio plasenta. Solusio plasenta adalah kondisi terlepasnya plasenta dari rahim. Hal tersebut dapat membuat gerakan janin menghilang karena janin kekurangan oksigen dan nutrisi.

Selain itu, si ibu mengalami pendarahan pada vagina, kram, dan kontraksi yang sering. Segera cari bantuan media untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Itu tadi lima penyebab gerakan janin berkurang yang wajib diwaspadai oleh ibu hamil. Untuk langkah awal, ibu hamil sebaiknya mengenali ritme gerakan janin, seperti seberapa banyak jumlahnya dan kapan waktunya. Hal itu sebagai antisipasi agar ibu hamil dapat segera mencari bantuan medis jika gerakan janin berkurang. (mit)