Yuk, Belajar Attitude dari Hal-hal Kecil Ini

Generasi Milenial
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada tiga hal penting yang menunjang kesuksesan seseorang yaitu skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan) dan attitude (sikap). Antara skill dan knowledge dapat diasah dengan belajar, membaca dan praktik.
Namun untuk attitude merupakan komponen yang akan membentuk karakter seseorang. Tidak sedikit orang yang gagal dalam pertemanan ataupun pekerjaan karena meremehkan hal-hal kecil dan sederhana di kehidupan. Justru dari hal kecil dan sederhana itu, cara kamu akan menghadapi hal besar kelaknya. Yuk belajar attitude dari hal kecil di bawah ini.
1. Biasakan mengucapkan tiga kata ajaib
Tiga kata ajaib itu adalah maaf, tolong, dan terima kasih. Tiga kata itu memang tidak asing untuk kita, tapi entah mengapa saat ini tiga kata ajaib itu sudah sangat jarang digunakan.
Sekecil apapun bantuan yang kita minta, awali dengan kata tolong. Sekecil apapun kesalahan kita, ucapkan kata maaf sebagai permohonan atas penyesalan yang telah dilakukan, dan sekecil apapun bantuan orang lain yang kita terima, sampaikan terima kasih.
Memang tidak mudah membiasakan dan menerapkan tiga kata ajaib ini. Tapi, bisa dibiasakan mulai dari sekarang ya.
2. Izinlah dahulu, ketika memberikan kontak atau data pribadi kepada orang lain
Secara etika, sebetulnya kita tidak boleh membagikan nomor ponsel seseorang pada orang lain tanpa izin dan sepengetahuan sepemilik nomor. Biasakan meminta izin kepada si pemilik nomor kalau ada orang lain yang meminta informasi/kontak pribadinya.
Hal ini perlu dibiasakan dan diperhatikan. Kecuali, jika kamu tahu betul bahwa kedua orang yang tersebut saling kenal. Mungkin saja, si penanya meminta karena ia kehilangan kontak dengan orang tersebut.
3. Support temanmu yang mulai berbisnis
Membangun sebuah bisnis atau usaha dari nol bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus dikerjakan dan banyak hal diperjuangkan untuk memulai bisnis. Jadi, jangan meminta diskon atau harga teman.
Dukunglah temanmu dengan membeli produk dengan harga penuh, dengan begitu kamu menghargai kerja keras dari usaha temanmu. Namun, jika kamu belum bisa membeli produk temanmu. Bantulah dia dengan ikut mempromosikan produknya. Ia akan sangat menghargai bentuk dukungan itu.
4. Kembalikan apa yang telah kamu pinjam
Kembalikan uang yang telah kamu pinjam bahkan sebelum orang lain ingat meminjamkannya kepadamu, berapapun jumlahnya. Ini menunjukkan integritas dan karakter kamu.
Terkadang, mengembalikan uang atau barang bukan dilihat dari nominalnya. Ini seperti kamu mendapatkan ujian kepercayaan orang yang kamu pinjami. Bisakah kamu menjaga kepercayaan orang tersebut atau tidak.
5. Selalu jaga adab dan etika ketika ditraktir sama seseorang
Tidak memesan makanan yang harganya lebih mahal dari si pengundang acara. Jangan karena ditraktir orang, terus bisa makan seenaknya tanpa menghiraukan perasaan orang yang membayar, ya.
Selain itu, jangan menambah pesanan untuk dibungkus dan dibawa pulang. Kecuali jika itu makananmu sendiri tidak habis atau kamu bayar sendiri. Ingatlah juga untuk mentraktir kembali.
6. Ketika seseorang membicarakan kesulitannya, jangan malah membicarakan kesulitanmu juga
Ketika seseorang membicarakan kesulitannya kepada kamu, berarti orang tersebut percaya denganmu. Jadi, dengarkan atau temani dengan baik. Tanggapi dengan bijak!
Ingat jangan memberikan saran atau masukan jika ia tidak memintanya. Karena tidak semua orang memerlukan nasihat. Banyak diantara mereka sudah tahu harus bagaimana saat memiliki masalah.
Sebagian orang hanya butuh didengarkan, tanpa disela, tanpa dikomentari, tanpa dinasehati. Mereka butuh tempat untuk mengadu perihal perasaan mereka. Bukan untuk disudutkan. Kamu hanya perlu menjadi pendengar yang baik.
7. Tidak membicarakan hal canggung
Bertemu teman lama, dalam acara formal atau secara tidak sengaja seringkali membuat kita bingung harus mengucapkan apa. Pertanyaan seperti kapan lulus, kapan nikah, kerja dimana, bahkan sampai berapa gajinya adalah pertanyaan yang sebenarnya sangat sensitif bagi sebagian orang dan itu bukanlah urusanmu.
Hal ini bisa membuat orang merasa kesal, atau yang lebih parahnya kamu bisa menyakiti hati orang yang bersangkutan. Jadi daripada membicara hal canggung seperti diatas, mulailah percakapan dengan membicarakan cuaca, kabar temanmu, kegiatan yang sedang dilakukan, hobi, dan lemparkan pujian atau bahkan lelucon.
Jika kamu kehabisan bahan obrolan, minta kontaknya atau sosial media sehingga kamu bisa melanjutkan pembicaraanmu lain waktu.
Hal-hal tersebut sering sekali kita hiraukan dan lupakan. Padahal penting sekali untuk belajar dan membiasakan attitude tersebut. Mulai sekarang bisa dicoba ya! (yrs)
