Upaya PPSDM Geominerba Bagi Masyarakat Yogyakarta

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia sektor Geologi, Mineral, dan Batubara
Konten dari Pengguna
8 Juli 2022 10:13
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari geominerba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
foto: PPSDM Geominerba
zoom-in-whitePerbesar
foto: PPSDM Geominerba
ADVERTISEMENT
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kondisi geologi yang unik dan beragam karena terdiri dari bentang alam pegunungan di utara dan pantai di selatan. Kondisi geologi yang berada di antara pertemuan tiga lempeng tektonik membuat posisi Indonesia memiliki potensi geoheritage yang sangat besar salah satunya D.I. Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Ditetapkannya 20 lokasi warisan geologi di D.I. Yogyakarta diperlukan upaya pelestarian dan perlindungan. Selain untuk menunjang pengembangan pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar situs geoheritage, juga dapat dimanfaatkan sebagai objek penelitian, pendidikan kebumian, dan pengembangan geowisata.
PPSDM Geominerba sebagai lembaga diklat dibawah Kementerian ESDM yang bertugas mengembangan kompetensi sumber daya manusia sektor geologi, mineral, dan batubara menyelenggarakan Diklat Pengenalan Geopark bagi Masyarakat Provinsi D.I.Yogyakarta.
Kepala PPSDM Geominerba, Bambang Utoro membuka Diklat Pengenalan Geopark secara resmi, Senin (4/7/2022) di Pendopo Kalisong, Desa Wisata Nglanggeran, D.I. Yogyakarta. Turut hadir mendampingi Anggota DPR RI Komisi VII Gandung Pardiaman dan juga instruktur Diklat.
Diklat ini dilaksanakan agar para peserta diklat dapat mengenal dan memahami fungsi dari keberadaan geopark di daerahnya serta mampu mengambil peran dan manfaat melalui aktivitas-aktivitas kreatif yang dapat menjaga keanekaragaman sumberdaya geologi, hayati dan budaya serta menumbuhkan nilai tambah dalam bentuk aktivitas ekonomi guna mendukung pertumbuhan pendapatan masyarakat sekitar geopark.
ADVERTISEMENT
Diklat Pengenalan Geopark ini diselenggarakan selama lima hari mulai dari tanggal 4 Juli sampai dengan 8 Juli 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang merupakan perwakilan masyarakat D.I. Yogyakarta.
Selama lima hari, para peserta akan dibekali materi seperti: Dasar Geologi, Keanekaragaman Geologi, Keragaman Hayati, Keanekaragaman Budaya, Praktik Kerja Lapangan, dan Pengembangan Geopark dan diakhiri dengan Seminar/Studi Kasus Pengembangan Geopark.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020