Memaknai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan Filosofi Batik

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Lifetime Learner InsyaaAllah.
Konten dari Pengguna
18 April 2022 13:14
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Gesa Pangesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memaknai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan Filosofi Batik (166619)
zoom-in-whitePerbesar
Beragam Corak Batik di Kabupaten Banyuwangi. Foto: Foto Pribadi
ADVERTISEMENT
Era modern merupakan zaman ketika segala hal bergerak dengan cepat, terpengaruh dan saling mempengaruhi. Tidak hanya budaya, bahasa, etika, dan pengetahuan juga dengan cepat berubah dan menciptakan suatu trend baru yang menarik minat masyarakat. Salah satunya dalam hal busana. Saat ini masyarakat Indonesia, terutama anak muda sangat tertarik dengan busana luar negeri mengikuti artis atau musisi idola. Banyak anak muda di era sekarang enggan untuk memakai pakaian khas daerah atau menggunakan kain khas Indonesia, dalam hal ini batik, karena dianggap kuno.
ADVERTISEMENT
Padahal batik merupakan identitas Bangsa Indonesia yang sangat digemari oleh turis mancanegara. Warisan Indonesia yang satu ini juga mempunyai nilai-nilai di setiap polanya yang amat beragam berdasarkan daerah asal batik itu dibuat. Contohnya adalah Batik Kopi Pecah dari Banyuwangi yang memiliki makna Banyuwangi sebagai area penghasil kopi bahkan memiliki produk kopi terkenal yaitu Kopi Kemiren, Batik Ulam Sari dari Bali yang menggambarkan ikan dan udang memiliki makna filosofis dari mata pencaharian masyarakat setempat yaitu nelayan.
Setiap daerah di Indonesia memiliki batik dengan filosofi masing-masing yang mencerminkan asalnya. Keberagaman batik ini menggambarkan ciri khas Bangsa Indonesia. Bermacam motif batik mengaktualisasikan sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia dan menggaungkan semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Sebagai negara kepulauan dengan banyak suku dan budaya, Indonesia dapat disatukan dengan bahasa, semangat juang, dan tujuan yang sama. Oleh karena itu, batik yang beragam juga merupakan suatu hal yang harus dilestarikan karena dengan keberagamannya dapat mempersatukan Indonesia sebagai negara kepulauan yang satu.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak kagum dengan keunikan batik itu sendiri. Bahkan Malaysia sempat mengakui batik sebagai budaya negara tersebut. Setelah ada pernyataan dari Malaysia, barulah masyarakat Indonesia bertindak untuk mengakui batik sebagai milik Indonesia. Akhirnya sejarah batik Indonesia didaftarkan ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dan batik diakui milik Indonesia.
Batik di Indonesia saat ini memiliki banyak corak yang diperindah dengan berbagai warna sehingga tidak hanya dikenakan pada acara tertentu saja, tetapi dapat digunakan sehari-hari. Para perancang busana juga berhasil membawa batik Indonesia untuk tampil pada acara fashion luar negeri, New York Fashion Week. Dapat kita lihat bahwa batik membawa peran penting untuk Indonesia masuk ke kancah internasional. Seharusnya, kita sebagai masyarakat Indonesia merasa bangga dengan keragaman budaya yang ada, khususnya batik.
ADVERTISEMENT
Tingginya arus globalisasi dapat dibatasi dengan tetap mencintai budaya bangsa sendiri. Pemahaman terhadap sejarah bangsa, pengenalan terhadap budaya daerah, dan kebanggaan dalam memakai produk dalam negeri merupakan beberapa upaya melestarikan budaya bangsa seperti batik yang tidak boleh luntur dan harus tetap dicintai oleh masyarakat Indonesia. Semangat kita mewujudkan cita-cita bangsa dan menjalankan pancasila merupakan hal yang harus dipupuk supaya bangsa kita tetap jaya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020