Komunikasi yang Buruk: Biang Kerok Kegagalan Sistem Pengendalian Internal

Mahasiswa Aktif di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Perpajakan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ghaitsa Zahira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi memang merupakan salah satu faktor kunci dalam sistem pengendalian internal. Berikut adalah beberapa aspek komunikasi yang dapat menjadi biang kerok kegagalan sistem pengendalian internal.
Komunikasi Vertikal yang Tidak Efektif
Hambatan komunikasi antara manajemen puncak dan level bawah
Informsasi penting tidak tersampaikan dengan baik dari atas kebawah atau sebaliknya
Kurangnya keterbukaan dalam penyampaian informasi strategis
Lembaga Koordinasi Antarunit/Departemen
Tidak adanya pertukaran informasi yang transparan
Kurangnya koordinasi dalam penyampaian informasi strategis
Ketidakjelasan Prosedur dan Kebijakan
Prosedur pengendalian internal yang tidak terdokumentasi dengan baik
Tidak adanya panduan praktis dalam pelaksanaan kontrol
4. Hambatan Komunikasi Infoormal
Kurangnya diskusi terbuka tentang risiko dan permasalahan
Budaya yang tidak mendukung komunikasi jujur
Ketakutan untuk menyampaikan masalah atau kelemahan sistem
Sistem pelaporan yang tidak memadai
Tidak adanya mekanisme pelaporan yang efektif
Lambatnya proses permasalahan
Kurangnya saluran komunikasi untuk melaporkan dugaan pelanggaran
6. Kesenjangan komunikasi teknologi
Sistem informasi yang tidak terintergrasi
Keterbatasan teknologi dalam mendukung komunikasi
Tidak adanya platform komunikasi yang efisien
,Masalah bahasa dan Interopretasi
Perbedaan pemahaman dalam mengartikan kebijakan
Kesalahpahaman akibat komunikasi yang tidak jelas
Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan Operasional: Tujuan Operasi adalah tujuan yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi dari operasional perusahaan yang didalamnya termasuk tujuan kinerja operasional dan keuangan, serta menjaga aset perusahaan dari kerugian.
Tujuan Pelaporan: Tujuan Pelaporan adalah tujuan yang berkaitan dengan pelaoporan keuangan dan non keuangan baik internal dan eksternal yang didalamnya mencakup keandalan, ketetapan waktu, transparansi, atau ketentuan lain yang ditetapkan oleh regulator, pembuat standar yang diakui, atau kebijakan yang ditetapkan perusahaan itu sendiri.
Tujuan Kepatuhan: Tujuan Kepatuhan adalah tujuan yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku dan peraturan yang menjadi subjek perusahaan.
Jadi, Pengendalian Internal itu sangat penting dalam tata kelola perusahaan modern yang dirancang untuk melindungi aset, Memastikan keandalan laporan keuangan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Pengendalian internal merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi modern. Hal ini melibatkan berbagai tindakan, prosedur, dan konsep untuk memastikan efektivitas dan efisiensi perusahaan. Tujuan utama dari pengendalian internal adalah untuk mencapai efektivitas operasional, keandalan pelaporan dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
