Konten dari Pengguna

Komunikasi yang Buruk: Biang Kerok Kegagalan Sistem Pengendalian Internal

Ghaitsa Zahira

Ghaitsa Zahira

Mahasiswa Aktif di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Perpajakan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ghaitsa Zahira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pexels.com

Komunikasi memang merupakan salah satu faktor kunci dalam sistem pengendalian internal. Berikut adalah beberapa aspek komunikasi yang dapat menjadi biang kerok kegagalan sistem pengendalian internal.

  1. Komunikasi Vertikal yang Tidak Efektif

  • Hambatan komunikasi antara manajemen puncak dan level bawah

  • Informsasi penting tidak tersampaikan dengan baik dari atas kebawah atau sebaliknya

  • Kurangnya keterbukaan dalam penyampaian informasi strategis

  1. Lembaga Koordinasi Antarunit/Departemen

  • Tidak adanya pertukaran informasi yang transparan

  • Kurangnya koordinasi dalam penyampaian informasi strategis

  1. Ketidakjelasan Prosedur dan Kebijakan

  • Prosedur pengendalian internal yang tidak terdokumentasi dengan baik

  • Tidak adanya panduan praktis dalam pelaksanaan kontrol

4. Hambatan Komunikasi Infoormal

  • Kurangnya diskusi terbuka tentang risiko dan permasalahan

  • Budaya yang tidak mendukung komunikasi jujur

  • Ketakutan untuk menyampaikan masalah atau kelemahan sistem

  1. Sistem pelaporan yang tidak memadai

  • Tidak adanya mekanisme pelaporan yang efektif

  • Lambatnya proses permasalahan

  • Kurangnya saluran komunikasi untuk melaporkan dugaan pelanggaran

6. Kesenjangan komunikasi teknologi

  • Sistem informasi yang tidak terintergrasi

  • Keterbatasan teknologi dalam mendukung komunikasi

  • Tidak adanya platform komunikasi yang efisien

  1. ,Masalah bahasa dan Interopretasi

  • Perbedaan pemahaman dalam mengartikan kebijakan

  • Kesalahpahaman akibat komunikasi yang tidak jelas

  • Tujuan Pengendalian Internal

  • Tujuan Operasional: Tujuan Operasi adalah tujuan yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi dari operasional perusahaan yang didalamnya termasuk tujuan kinerja operasional dan keuangan, serta menjaga aset perusahaan dari kerugian.

  • Tujuan Pelaporan: Tujuan Pelaporan adalah tujuan yang berkaitan dengan pelaoporan keuangan dan non keuangan baik internal dan eksternal yang didalamnya mencakup keandalan, ketetapan waktu, transparansi, atau ketentuan lain yang ditetapkan oleh regulator, pembuat standar yang diakui, atau kebijakan yang ditetapkan perusahaan itu sendiri.

  • Tujuan Kepatuhan: Tujuan Kepatuhan adalah tujuan yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku dan peraturan yang menjadi subjek perusahaan.

Jadi, Pengendalian Internal itu sangat penting dalam tata kelola perusahaan modern yang dirancang untuk melindungi aset, Memastikan keandalan laporan keuangan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Pengendalian internal merupakan aspek penting dalam manajemen organisasi modern. Hal ini melibatkan berbagai tindakan, prosedur, dan konsep untuk memastikan efektivitas dan efisiensi perusahaan. Tujuan utama dari pengendalian internal adalah untuk mencapai efektivitas operasional, keandalan pelaporan dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.