Konten dari Pengguna

KPPU Membuka Mata: Kisah di Balik Harga Mahal yang Kita Bayar Sehari-hari

Ghailan Maulidy Azra

Ghailan Maulidy Azra

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ghailan Maulidy Azra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengenai gambar uang yang semakin hari semakin besar dan tumbuh dengan yang didapatkan tidak jauh berbeda atau bisa kita bilang semakin hari semakin mahal mengenai kebutuhan (Sumber : https://pixabay.com/id/photos/uang-laba-keuangan-bisnis-kembali-2696219/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengenai gambar uang yang semakin hari semakin besar dan tumbuh dengan yang didapatkan tidak jauh berbeda atau bisa kita bilang semakin hari semakin mahal mengenai kebutuhan (Sumber : https://pixabay.com/id/photos/uang-laba-keuangan-bisnis-kembali-2696219/)

Bayangkan Anda sedang berbelanja di supermarket. Tangan Anda meraih sebungkus gula, sekarung beras, dan sekilo daging. Namun, saat sampai di kasir, harga yang tertera di struk belanja membuat dompet Anda menjerit. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga-harga ini terus merangkak naik, seolah-olah ada tangan tak terlihat yang memainkan angka di balik layar? Kini, KPPU hadir sebagai detektif ekonomi, siap membongkar misteri dan mengungkap para dalang yang selama ini bersembunyi di balik tirai mahalnya biaya hidup kita. Bersiaplah untuk menyaksikan drama persaingan usaha yang akan membuka mata Anda tentang permainan harga yang selama ini luput dari perhatian!.

sebelum memasuki hal hal yang membuat harga dari kebutuhan pokok sehari hari yang semakin hari semakin mahal. Mari kita telaah sebenarnya apa aja sih penyebab suatu barang atau jasa itu lambat laun menjadi mahal, terutama dalam bapokting (bahan pokok penting). Kita akan jabarkan poin poin apa aja yang secara mendasar membuat sebuah harga itu menjadi lebih tinggi, beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Inflasi - Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dari waktu ke waktu.

  2. Kenaikan biaya produksi - Misalnya naiknya harga bahan baku, energi, atau upah pekerja.

  3. Kelangkaan sumber daya - Berkurangnya ketersediaan suatu barang atau bahan baku.

  4. Permintaan yang meningkat - Ketika permintaan naik tapi pasokan tetap, harga cenderung naik.

  5. Kebijakan pemerintah - Seperti kenaikan pajak atau perubahan regulasi yang mempengaruhi biaya.

  6. Fluktuasi nilai tukar mata uang - Dapat mempengaruhi harga barang impor.

  7. Praktik monopoli atau kartel - Ketika perusahaan dominan mengendalikan harga pasar.

  8. Spekulasi pasar - Terutama untuk komoditas seperti minyak atau bahan pangan.

  9. Perubahan iklim - Mempengaruhi hasil pertanian dan ketersediaan sumber daya alam.

  10. Peningkatan biaya transportasi dan distribusi - Misalnya karena kenaikan harga bahan bakar.

Selanjutnya, dari semua poin poin diatas bisa kita bayangkan, banyak faktor yang mempengaruhi suatu harga barang terutama bapokting itu lambat laun menjadi mahal.

Disinilah peran KPPU sangat lah penting, karena bisa kita liat diantara semua faktor diatas bukan hanya hal hal yang di sebabkan murni karena permintaan, kebijakan, kelangkaan, dll. Akan tetapi didalamnya ada juga pelaku pelaku usaha yang secara sadar melakukan hal hal yang merugikan bagi pesaing atau pelaku usaha yang lain, atau bahkan bagi masyarakat.

KPPU disini berperan dalam mengawasi, menginvestigasi, dan menindak praktik-praktik anti persaingan untuk menjaga persaingan usaha yang sehat. KPPU berusaha mencegah praktik-praktik yang merugikan ini agar harga tetap wajar dan terjangkau bagi konsumen. Mereka seperti "polisi ekonomi" yang menjaga agar persaingan bisnis tetap sehat dan adil. Berikut merupakan perilaku-perilaku atau praktik-praktik dari perusahaan atau pelaku yang dominan di pasar:

  1. Kartel: Ini seperti "geng" perusahaan yang berjanji satu sama lain untuk menjual barang dengan harga tinggi. Mereka sepakat untuk tidak bersaing, sehingga konsumen terpaksa membeli dengan harga mahal.

  2. Monopoli: Bayangkan hanya ada satu toko es krim di kota. Mereka bisa menetapkan harga sesuka hati karena tidak ada pesaing.

  3. Sulitnya masuk pasar: Misalnya, butuh uang banyak atau izin rumit untuk membuka pabrik. Ini membuat pesaing baru sulit muncul, sehingga perusahaan yang sudah ada bisa terus menjual mahal.

  4. Penguasaan dari hulu ke hilir: Perusahaan menguasai dari kebun sampai toko. Ini membuat mereka bisa mengatur harga di setiap tahap.

  5. Penyalahgunaan posisi dominan: Perusahaan besar memanfaatkan "kebesarannya" untuk menekan pesaing atau konsumen.

  6. Informasi tidak seimbang: Penjual tahu lebih banyak tentang produk daripada pembeli, sehingga bisa "menipu" dengan harga tinggi.