KKN UNNES Ajak Ibu PKK Sumogawe Olah Limbah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

Giat 12 UNNES Sumogawe
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN UNNES Sumogawe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN UNNES melaksanakan sosialisasi pembuatan eco-enzym dan sabun eco-enzym bersama ibu-ibu PKK Desa Sumogawe pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus praktik langsung bagaimana mengolah limbah dapur menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat.
Acara dimulai dengan penjelasan mengenai pentingnya mengelola sampah organik. Selama ini, kulit buah, sayuran sisa, dan limbah dapur lain sering dianggap tidak berguna lalu dibuang begitu saja. Padahal, jika difermentasi dengan cara yang tepat, sampah tersebut bisa berubah menjadi cairan ecoenzym yang memiliki banyak fungsi, mulai dari pembersih rumah tangga, pupuk cair, hingga pengusir bau.

Setelah sesi materi, kegiatan berlanjut ke praktik membuat ecoenzym. Mahasiswa KKN membimbing ibu-ibu PKK mencampurkan bahan sederhana berupa potongan limbah organik, gula, dan air ke dalam wadah. Mereka juga menjelaskan lama proses fermentasi, cara menyimpan, serta tanda-tanda keberhasilan fermentasi. Suasana tampak hidup karena peserta aktif bertanya dan mencatat langkah-langkah yang disampaikan.
Usai praktik pembuatan eco-enzym, acara dilanjutkan dengan sesi pembuatan sabun eco-enzym. Dalam sesi ini, ecoenzym yang sudah jadi dicampurkan dengan bahan tambahan untuk menghasilkan sabun cair alami. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sabun ecoenzym lebih ramah lingkungan dibanding sabun pabrikan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Ibu-ibu PKK terlihat antusias mencoba mencampur bahan sabun. Beberapa bahkan menanyakan cara pengemasan dan peluang usaha dari produk sabun ecoenzym ini. “Kami jadi tahu kalau sampah dapur bisa bermanfaat, bahkan bisa dijual kalau dikembangkan,” ungkap salah seorang peserta. Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan serta harapan dari mahasiswa KKN agar ecoenzym bisa menjadi kebiasaan baru di rumah tangga. Selain mengurangi sampah, ecoenzym dan sabun ecoenzym dapat menambah nilai ekonomi jika dikelola lebih serius. Dengan adanya sosialisasi ini, ibu-ibu PKK Desa Sumogawe tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga praktik keterampilan yang bisa diterapkan sehari-hari. Mahasiswa KKN berharap, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari gerakan pengelolaan sampah organik yang lebih luas di masyarakat.
