Konten dari Pengguna

Vivir Bien dan Dunia Hari Ini: Pelajaran dari Amerika Latin

Gizka Dinda

Gizka Dinda

Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Kristen Indonesia

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gizka Dinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vivir Bien dan Dunia Hari Ini: Pelajaran dari Amerika Latin. Source: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Vivir Bien dan Dunia Hari Ini: Pelajaran dari Amerika Latin. Source: Dokumen Pribadi

Vivir Bien merupakan konsep yang berasal dari nilai-nilai masyarakat adat di wilayah Andes, Amerika Latin. Konsep ini menekankan cara hidup yang menempatkan manusia, komunitas, dan alam dalam hubungan yang seimbang. Berbeda dengan pendekatan pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, Vivir Bien melihat kesejahteraan sebagai kondisi hidup yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam kajian politik Amerika Latin, munculnya Vivir Bien berkaitan dengan pengalaman negara-negara di kawasan tersebut dalam menjalankan kebijakan ekonomi yang tidak selalu berdampak positif bagi masyarakat luas. Ketimpangan sosial dan lemahnya peran negara mendorong pencarian pendekatan pembangunan yang lebih berpihak pada kesejahteraan bersama. Di beberapa negara, kebangkitan masyarakat adat sebagai aktor politik turut memperkuat gagasan ini dan membawanya ke dalam ruang kebijakan publik.

Di Bolivia, Vivir Bien kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menekankan peran negara dalam mengelola sumber daya alam. Langkah seperti nasionalisasi sektor strategis dan distribusi hasil ekonomi ke sektor sosial menunjukkan upaya untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu. Meskipun implementasinya menghadapi berbagai tantangan, kebijakan ini mencerminkan bagaimana nilai lokal dapat memengaruhi arah pembangunan nasional.

Jika dilihat lebih luas, Vivir Bien dapat dipahami sebagai kerangka nilai yang relevan untuk konteks global. Konsep ini tidak harus diterapkan secara seragam, tetapi dapat diadaptasi melalui kebijakan yang menghargai peran komunitas, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memperkuat tanggung jawab negara dalam pembangunan. Pendekatan ini menawarkan sudut pandang bahwa pembangunan bukan hanya soal hasil ekonomi, tetapi juga tentang kualitas hubungan sosial.

Pada akhirnya, Vivir Bien bukanlah model teknis yang siap diterapkan di semua negara. Namun, sebagai cara pandang, konsep ini memberikan alternatif dalam memahami pembangunan secara lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Nilai-nilai yang diusungnya dapat menjadi bahan refleksi bagi negara-negara dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing.

Referensi:

Munck, R. Contemporary Latin America. 2nd ed. Basingstoke: Palgrave Macmillan, 2013.

O’Toole, Gavin. Politics Latin America. 4th ed. London: Routledge, 2018.

Gizka Dinda

Universitas Kristen Indonesia