Mengulas Pesan Tersembunyi dari Novel “Bandit Bandit Berkelas”

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Gladys Chelsea Laureta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul : Bandit Bandit Berkelas
Penulis : Tere Liye
Tahun Terbit : 2024
Penerbit : Sabakgrip
Genre : Fiksi aksi
Jumlah Halaman : 366 halaman
Bandit Bandit Berkelas mengisahkan kehidupan mantan tauke besar dalam dunia shadow economy dengan tokoh utama Bujang. Sejak kecil ia mengira hidupnya akan berjalan normal seperti anak-anak pada umumnya, sampai tibalah saat ia mulai mengenal dunia shadow economy. Tanpa sadar, dunia itu menjadi kunci dari rahasia kelam kehidupan bapaknya. Melalui tulisan di novel ini, pembaca dibawa untuk turut menelusuri perjalanan Bujang dan teman-temannya yang tidak jauh dari dunia shadow economy saat menelusuri wasiat bapaknya.
Melalui novel ini, Tere Liye berhasil menceritakan perjuangan sosok Bujang bersama teman-temannya dalam memecahkan teka-teki wasiat dari sang ayah. Karakter utama ini digambarkan secara kuat sebagai seorang pemuda yang memiliki integritas tinggi. Bujang merupakan tipe tokoh yang tanggap serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah situasi kritis.
Tidak hanya fokus pada karakter utama, penggambaran tokoh-tokoh pendukungnya pun dibuat bervariasi dengan ragam sifat khas. Kehadiran para tokoh pendukung ini memberikan warna tersendiri dan membangun kesan yang variatif alam dinamika cerita.
Meskipun novel ini termasuk ke dalam serial aksi Tere Liye, pembaca tidak perlu khawatir karena penulis merancang cerita ini agar dapat dibaca secara mandiri tanpa keharusan membaca buku-buku pada seri sebelumnya.
Penulis menyelipkan narasi latar belakang untuk setiap tokoh secara bertahap sehingga pembaca dapat memahami konteks serta mengikuti alur cerita walaupun tidak mengikuti buku-buku sebelumnya. Konflik dibangun secara perlahan, hingga akhirnya kehadiran plot twist di dalamnya berhasil memancing rasa penasaran pembaca untuk menyelesaikan buku tanpa sadar sudah berada di halaman terakhir. Adanya plot twist menjadi cirikhas penulis dan membuat saya tmbh penasaran bagaimana kelanjutannya.
Walaupun novel ini bergenre aksi, Tere Liye mampu menyisipkan unsur-unsur romantis dengan halus tanpa terasa berlebihan.
Gaya bahasa yang digunakan memadukan narasi aksi yang lugas, kosakata dan diksi khas dunia shadow economy, serta dialog-dialog yang terdengar natural. Di samping itu, penulis juga kerap menyisipkan pesan moral serta kutipan filosofis yang mendalam.
Salah satu kutipan yang paling berkesan bagi saya adalah:
Semua ini ternyata berkelindan dengan masa lalu, hari ini dan boleh jadi masa depan.
Kutipan tersebut menjadi cerminan nyata dari hukum tabur tuai.
Tema konstruksi moralitas yang dituangkan dalam cerita ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dimana mereka yang sering kali dicap sebagai "bandit" justru memiliki kode etik dan moralitas yang tinggi dibandingkan elit politik negara yang justru bertingkah layaknya "penjahat".
Selain itu, saya mendapati satu kutipan lain yang juga sangat relevan dengan kondisi belakangan ini
Mereka jelas-jelas penjahat tapi di luar sana banyak yang mengidolakannya, lupa jika mereka adalah pembunuh, penipu, pembuat rekayasa besar tanpa ampun.
Menurut saya, secara tidak langsung, kalimat ini menunjukan kritik yang tajam, seberapa tebal topeng yang digunakan oleh para "bandit" tersebut hingga publik tidak lagi menyadari status mereka sebagai penjahat yang sebenarnya?
Walaupun terdapat beberapa bagian narasi konflik yang cukup membosankan, misalnya narasi saat terjadi perang, keseluruhan cerita tetap dapat diikuti dengan mudah.
Novel Bandit Bandit Berkelas adalah buku yang dapat membawakan kisah aksi, romansa, kekeluargaan dalam satu narasi yang melebur menjadi kesatuan. Buku ini sangat direkomendasikan bagi para pembaca yang sedang mencari bacaan ringan tetapi tetap mengangkat suatu konflik didalamnya.
